Buntut Penolakan Rumah Resetlement, Wabub Sebut Upayakan Langkah Hukum

Ponorogo, koranmemo.com – Aksi penolakan untuk menghuni rumah resetlement (pengganti.red) yang dilakukan warga terdampak Waduk Bendo, membuat Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Soedjarno geram. Bahkan, orang nomor dua di Kota Reyog itu meminta warga  Dukuh Bendo RT 1 RW 2 Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo tidak egois.

Hal ini disampaikan Soedjarno, usai memberangkatkan kontingen atlet Persatuan Olah Raga Sepatu Roda Indonesia (Perserosi) Kabupaten Ponorogo. Wabup meminta kesadaran dari 17 warga agar mau menempati rumah tipe 49 itu.

Pasalnya, akibat aksi tersebut pembangunan waduk yang nantinya dapat bermanfaat banyak bagi warga Ponorogo akan terhambat lantaran mereka masih menempati rumah lama yang posisinya di dasar Waduk.” Saya mohon kesadaranya-lah, Jangan egois. Karena terjadi hambatan seperti ini akan menggangu kepentingan umum. Karena ada target waktu penyeselesaian Waduk Bendo itu sendiri,” ujarnya, Kamis (22/2).

Soedjarno sendiri enggan menanggapi perihal pemecatan lima warga Bendo dari proyek Waduk Bendo. Ia justru mengungkapkan, pihaknya kini tengah berkordinasi untuk mengambil langkah hukum, untuk mengambil tindakan tegas kepada warga agar mau meninggalkan rumah lama mereka.

” Ya ini sedang dikaji aspek hukumnya baik dari Muspika maupun Muspida, supaya ada target waktu warga meninggalkan rumah mereka,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, 5 warga dari 17 warga di Dukuh Bendo yang melakukan aksi penolakan menghuni rumah resetlemen (pengganti) terdampak proyek Waduk, mengaku dipecat sepihak oleh pelaksana proyek tanpa alasan yang jelas, Senin (19/2) lalu.

Akibat pemecatan yang dituding imbas dari aksi penolakan warga lantaran belum jelasnya proses ganti rugi lahan ladang mereka itu, membuat warga terpaksa menjadi pengangguran dan berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.