Bulog Usulkan Rp 19,05 Triliun untuk Penuhi Cadangan Beras dan Subsidi

Jakarta, koranmemo.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) usulkan anggaran sebesar Rp 19,05 triliun untuk pengadaan beras pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Usulan tersebut diajuakan untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) dan subsidi beras yang diberikan pada masyarakat.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso mengatakan, usulan yang diajukan oleh Bulog ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat ini. Ketentuan itu merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 88/PMK.02/2019 yang mengatur proses penyediaan, pencairan, dan pertanggungjawaban dana CBP.

Berdasarkan penjelasan Budi Waseso, Rp 4,05 triliun itu digunakan untuk subsidi beras pada tahun depan. Usulan ini didasari oleh asumsi subsidi beras yang diperkirakan akan mencapai 1,5 juta ton.

Jumlah tersebut didapat dari hasil perkalian selisih harga pembelian beras (HPB) 2021 dengan harga jual CBP. “HPB 2021 yang diajukan ke Kementerian Keuangan sebesar Rp10.081 per kilogram sedangkan harga CBP Rp 8.100 per kilogram. Maka total kebutuhan anggaran Rp 4,051 triliun,” ujar Budi Waseso dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (25/6).

Selanjutnya, mengenai anggaran sebesar Rp 15 triliun digunakan untuk pengadaan beras CBP sejumlah 1,5 juta ton. Budi Waseso mengatakan, nilai itu merupakan batas atas dari arahan yang diberikan pada rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Di mana rentang pengadaan CBP yang diperkenankan adalah sebesar 1 juta ton – 1,5 juta ton.

“Maka dari itu, total anggaran pangan yang diusulkan untuk APBN 2021 adalah sebesar Rp 19.051 triliun,” katanya.

Lebih lanjut, Budi Waseso menjelaskan, pengadaan tersebut juga didasari oleh stok awal yang dimiliki oleh Bulog sebanyak 1.053.472 ton. Dengan begitu, jika ditambah dengan pengadaan tahun depan sebesar 1.573.594 ton, maka diperkirakan Bulog akan memiliki stok beras sebanyak 1.127.066 ton pada akhir tahun depan.

Terlepas dari itu semua, nilai anggaran yang diusulkan untuk CBP tahun 2021 telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Sebelumnya, alokasi DIPA untuk CBP pada tahun 2020 hanya sekitar Rp 2,75 triliun, sementera pada tahun 2018 dan 2019 masing-masing sebesar Rp 2,5 triliun.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya