Bulog Segera Sosialisasikan Beras Sachet di Trenggalek

Trenggalek, Koranmemo.com – Bulan depan, beras sachet kemasan 200 gram mulai disosialisasikan di Kabupaten Trenggalek. Rencananya sebanyak 1 kuintal beras kualitas premium yang dijual dengan harga Rp 2.500 per sachet itu mulai didistribusikan ke 24 rumah pangan kita (RPK) di Kabupaten Trenggalek.

“Untuk sementara masih di RPK dulu, namun tidak menutup kemungkinan nanti juga beredar di pasaran, seperti toko perancangan maupun di pasar,“ jelas Ashadi, Kepala Gudang Semi Permanen (GSP) Karangsoko Perum Bulog Subdivre Tulungagung, saat dikonfirmasi, Rabu (25/7).

Dia menyebut, jumlah beras yang didistribusikan itu dimungkinkan bakal bertambah. Penambahan jumlah produksi beras kemasan sachet menyesuaikan animo masyarakat. Untuk saat ini pengemasan masih dilakukan di Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur.

“Di Divre Jatim sendiri ada sekitar 10 ribu ton. Di Sub Divre Tulungagung yang membawahi empat wilayah termasuk Trenggalek ada sekitar 1 ton. Untuk sementara di Kabupaten Trenggalek satu kuintal dulu. Nanti kalau animo masyarakat tinggi, jumlahnya akan ditambah,” kata Ashadi.

Selain ekonomis, beras sachet kemasan 200 gram itu dinilai lebih praktis. Untuk satu kemasan beras sachet, dapat dikonsumsi dua hingga tiga orang. Dia menyebut beras sachet kemasan 200 gram diluncurkan untuk menjamah seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau dikalkulasi memang lebih ekonomis. Untuk harga eceran tertinggi (HET) beras kualitas premium Rp 12.800 per kilogram. Sementara dengan jumlah yang sama jika dibelikan beras kemasan sachet hanya Rp 12.500. Satu kilogram dapat lima sachet,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya pergolakan harga jika beras sachet beredar di pasaran, dia akan gencar melakukan sosialisasi dan pengawasan berkala. Pengawasan itu dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan harga beras di pasaran.

“Hal itu dilakukan agar harga yang dijual sesuai dengan patokan harga yang sudah ditentukan. Sebab tidak menutup kemungkinan beras sachet kemasan 200 gram juga akan dijual dalam produksi kapasitas besar. Memang ini masih uji coba,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Della Cahaya Praditasari