Bulog Madiun Bantah Salurkan Beras Apek dan Berkutu

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Perum Bulog Madiun selaku penyedia beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) membantah jika telah menyalurkan beras apek dan berkutu kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Madiun.

Kepala Perum Bulog Sub Divre 4 Madiun Ahmad Mustari menegaskan, beras yang disalurkan bulan Juni 2020 tersebut bukan dari Bulog.
“Terkait penyaluran BPNT beras dalam kondisi berkutu, itu tidak benar kalau berasal dari bulog,” katanya.

Ahmad Mustari juga mengaku  telah memanggil beberapa supplier Bulog untuk dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut.

Dari pihak Bulog juga akan mencari supplier nakal telah menyalurkan beras tak layak konsumsi tersebut dan bakal diberikan sanksi tegas.

“Ada beberapa suplier sudah kita panggil, mengatakan beras yang disalurkan bukan beras seperti itu. Ini untuk klarifikasi. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak dinas sosial untuk mencari tahu siapa suplier yang telah menyalurkan beras berkutu,” ujarnya.

Pihaknya juga menilai, bahwa kemasan beras bantuan maupun benang sudah berbeda dari kemasan yang dikeluarkan Bulog.

Jika memang ada beras dari Perum Bulog yang berkutu ataupun tidak layak konsumsi, pihaknya memastikan akan menarik kembali barang dan akan digantikan dengan beras yang baru.

“Kan juga ada pendamping BPNT dari Dinsos, kalau memang ada beras seperti itu kenapa tidak dikonfirmasi terlebih dahulu. Artinya disampaikan kepada Dinas Sosial bahwa ini beras yang tidak layak dikonsumsi jangan langsung disalurkan,” tandasnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu