Bukit Belik Waru, Nikmati Spot Indah dari Ketinggian di Rintisan Wisata Alternatif Baru

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Destinasi wisata Bukit Belik Waru di Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari saat ini menjadi ‘primadona’ masyarakat. Rintisan wisata alternatif baru di Trenggalek itu menyuguhkan berbagai spot indah dari ketinggian. Di bukit tersebut, wisatawan akan disuguhi pemandangan indah untuk melihat pemandangan ke berbagai penjuru.

“Jadi (keunggulan destinasi wisata) yang utama disini adalah menyuguhkan pemandangan alamnya yang indah. Ada rumah pohon yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan atau sekedar untuk tempat berfoto. Nanti juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang lainnya,” kata Penanggung Jawab Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Belik Waru, Ilyas.

Wisata rintisan alternatif baru yang menjadi binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek itu, lanjut Ilyas baru dibuka beberapa bulan lalu. Kendati demikian langsung di serbu wisatawan. Mereka berburu spot indah, untuk melihat hamparan areal persawahan yang luas di padu hutan pinus saat menjelang matahari terbit ataupun matahari tenggelam.

“Wisata ini dirintis sejak 2019 lalu. Memang saat ini masih swadaya warga, utamanya dari kelompok pemuda sini. Kayu, pohon semuanya tidak beli, murni swadaya masyarakat. Nanti (kedepannya) juga dilengkapi berbagai kuliner sebagai penunjang, kemudian bisa juga untuk kemah dan lain sebagainya,” kata Ilyas.

Selain soal kelengkapan fasilitas penunjang dan sejumlah wahana bermain anak, perbaikan akses menuju wisata rintisan Belik Waru juga menjadi prioritas. Pasalnya tidak semua kendaraan bisa sampai puncak untuk menikmati sensasi indah mengabadikan foto di ‘awan-awan’. Termasuk soal pengurusan penggunaan lahan, karena beberapa spot di wisata tersebut menggunakan lahan milik Perhutani.

“Memang akses menuju puncak bukit di dominasi oleh jalan tanah dan masih cukup curam. Namun kondisi jalan tanah seperti ini menjadi track bagi pesepeda gunung dan pencinta motor trail, nanti kami upayakan diperbaiki. Kami sudah lakukan koordinasi, termasuk dengan Perhutani,” ujarnya.

Pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah setempat yang menanggapi dengan cepat adanya wisata rintisan alternatif baru tersebut. Harapannya iklim wisata di Trenggalek kembali tumbuh subur meskipun ditempa wabah pandemi Covid-19, sehingga ekonomi masyarakat segera pulih. Namun tidak mengesampingkan risiko kesehatan dengan menerapkan protokoler kesehatan yang ketat.

“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek sudah ke sini dan kami sudah melakukan komunikasi, termasuk dengan pihak Perhutani. Kemarin dari dinas (Pariwisata dan Kebudayaan) memberikan masukan untuk membentuk Pokdarwis sehingga memudahkan pengelolaan. Sudah kami tindaklanjuti dengan membentuk Pokdarwis di tingkat dusun,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi menyebut, wisata Bukit Belik Waru potensial untuk dikembangkan. Selain dari lokasi yang strategis, saat ini wisata alam cenderung diminati wisatawan. Untuk mendukung itu pihaknya menjembatani untuk penguatan kelembagaan dan membantu mempromosikannya agar dikenal masyarakat luas.

“Kami dari pihak Disparbud mengarahkan penguatan dan pembinaan lembaga yang mengelola destinasi wisata tersebut. Kelembagaan yang bagus merupakan salah satu kunci keberhasilan pengembangan suatu destinasi wisata. Termasuk kami bantu promosikan melalui sosial media (sosmed) dan media masa. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung, pengelola akan lebih semangat untuk senantiasa meningkatkan atraksi dan fasilitas destinasi serta meningkatkan pelayanan kepada wisatawan,” kata Bambang.

Soal lahan wisata yang sebagian berada di lahan milik Perhutani, Bambang menyebut, jika pihaknya sudah melakukan kerja sama. Terpenting adalah pemaksimalan pengelolaan sehingga menarik minat wisatawan yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Selain Belik Waru, Bambang berharap wisata-wisata rintisan lainnya dapat tumbuh subur meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Memang lokasinya berada di lahan Perhutani. Tapi kita telah melakukan kerja sama dengan Perhutani. Yang penting ada kerja sama itu tidak menjadi masalah. Kami berharap semua wisata bisa kembali normal, meskipun saat ini sudah diperbolehkan beroperasi lagi, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.

Reporter.       : Dias Farid Ahmad

Editor.             : Della Cahaya