Buka Jalur Pemasaran Hasil Pertanian ke Blitar

Lamongan, koranmemo.com – Petani jagung di Lamongan rencananya bakal melakukan kerjasama dengan koperasi peternak di Kabupaten Blitar. Hal itu seperti disebutkan dalam kegiatan sosialisasi pengadaan atau pembelian gabah atau beras dan jagung di hotel Alresas Lamongan, Rabu (13/3).

Kabag Perekonomian, Munif Syarif mengatakan bahwa wilayah Lamongan memang lebih memilih sebagai pemasok. Menurutnya, kebutuhan pakan ternak di Kabupaten Blitar sangat tinggi. Alasan itulah Pemkab Lamongan dalam waktu dekat akan membuka jalur pemasaran untuk produksi pertanian.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Lamongan juga mengundang Bulog Sub Divre Bojonegoro dan Ketua Koperasi Peternak Unggas Kabupaten Blitar sebagai narasumber. “Untuk mengetahui kebutuhan mereka (Blitar) agar kita bisa masuk sebagai pemasok,” ungkap Munif.

Sementara, Sekkab Yuhronur Efendi mengatakan, beberapa tahun terakhir ini Pemkab Lamongan concern pada peningkatan produksi pertanian, terutama padi dan jagung.

“Namun yang tak kalah penting adalah pendistribusian. Jika hal tersebut tidak dipikirkan mulai sekarang, akan menjadi masalah di kemudian hari,” ujar Yuhronur Efendi.

Sedangkan, Ketua Koperasi Peternak Unggas Kabupaten Blitar Sukarman mengungkapkan peluang bisa diambil petani Lamongan karena Kabupaten Blitar di tahun 2017 terdapat 4.431 peternak dengan populasi ternak unggas kurang lebih 21 juta yang mampu berproduksi telur antara 900 sampai dengan 1.200 ton per hari.

Oleh karena itu kebutuhan pakan ternak jagung juga sangat tinggi, antara 1.000 sampai dengan 1.500 ton per hari. “Jadi hal tersebut bisa menjadi peluang petani jagung Lamongan untuk menjualnya kepada kami,” kata Sukarman.

Menurut Sukarman, jika petani Kabupaten Lamongan bisa menyediakan 20 persen saja dari kebutuhan Kabupaten Blitar per hari, itu sudah sangat bagus.

“Untuk sementara petani Lamongan bisa menyediakan 1.000 ton per minggu atau sebanyak 4.000 ton per bulan. Nantinya terkait harga bisa disesuaikan tiap minggunya agar sama-sama saling menguntungkan atau tidak merugikan satu sama lain,” sebutnya.

Hal tersebut disambut baik oleh petani Lamongan yang diwakili oleh Gapoktan Jagung dan Padi yang diundang pada acara sosialisasi tersebut. Usai sosialisasi akan dilanjutkan perjanjian kerjasama atau MoU.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date