BPS Klaim Angka Kemiskinan di Kota Madiun Menurun

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka kemiskinan di Kota Madiun tahun 2019 menurun menjadi 7.690 jiwa atau 4,35 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 7.920 jiwa atau 4,49 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Umar Sjaifudin mengatakan, angka kemiskinan di Kota Madiun menempati urutan ketiga terendah dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur, setelah Kota Batu dan Kota Malang.

Umar menyebut, penurunan angka kemiskinan di Kota Madiun dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya keberhasilan program pemerintah pusat maupun daerah dalam melakukan terobosan, seperti pemberian program keluarga harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), maupun program lainnya.

“Jadi mungkin angka-angka penurunan ini terjadi karena adanya bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah ke penduduk miskin,” katanya, Jumat (7/2).

Walaupun secara angka jumlah penduduk miskin (P0) di Kota Madiun turun, indeks kedalaman kemiskinan (P1) mengalami kenaikan dari 0,31 di tahun 2018 menjadi 0,50 di tahun 2019. Artinya, semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.

Kemudian indeks keparahan kemiskinan (P2)nya pun juga naik dari 0,04 di tahun 2018 menjadi 0,08 di tahun 2019. Hal itu menandakan bahwa kondisi penduduk miskin pada tahun 2019 lebih beragam dibanding tahun 2018 lalu. Sementara pengeluaran konsumsi maupun non konsumsi atau garis kemiskinan Kota Madiun mengalami kenaikan Rp 31.779 dari Rp 446.525 per kapita per bulan di tahun 2018 menjadi Rp 478.304 per kapita per bulan di tahun 2019.
Terpisah, Walikota Madiun, Maidi mengaku, akan terus menekan angka kemiskinan. Hal itu perlu, karena setiap tahun indeks kebutuhan semakin tinggi. Jika tidak diimbangi dengan daya beli yang kiat, maka dapat dipastikan akan menambah jumlah penduduk miskin.
“Untuk menurunkan angka kemiskinan memang nggak mudah. Karena semakin tahun, indeks kebutuhan semakin tinggi. Sekarang kita ini mempolakan, agar warga miskin bisa mengikuti indeks kebutuhan,” katanya.

Reporter M.Adi Saputra/ Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date