BPOM Sita Makanan Bayi

Diduga Tanpa Izin Edar

Jombang, koranmemo.com – Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya Jawa Timur, Jumat (16/9), merazia makanan bayi tanpa izin edar sesuai aturan di salah satu toko perlengkapan bayi yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Jombang. Di toko tersebut, petugas menyita 10 item makanan yang tak miliki izin edar sesuai aturan.

“Kita mencari makanan bayi produksi PT HBS dari Tangerang Selatan dengan merek bebiluck. Produk tersebut hanya mengantongi izin yang tak sesuai aturan,” kata Staf Penyidikan BPOM Surabaya, Mustadjab kepada wartawan usai kegiatan razia.

Mustadjab menjelaskan, razia dilakukan menyusul temuan BPOM Banten atas produk serupa. Makanan bayi yang beredar luas di masyarakat itu tercatat hanya mengantongi P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) saja. “Seharusnya makanan bayi apalagi skala besar harus mengantongi izin MD (olahan makanan skala besar dalam negeri) dari BPOM,” tambah Mustadjab.

Pasca informasi dari BPOM Banten, lanjut Mustadjab, pihaknya segera mengumpulkan informasi. Dari situ BPOM Surabaya mendapat informasi jika ada produk bebiluck yang dijual bebas di salah satu toko di Jombang. Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB petugas mendatangi toko dimaksud. “Produk ini Ini memang berbahaya jika dikonsumsi bayi. Makanya kami amankan. Kami tidak ada maksud menghalangi usaha,” jelasnya.

Sementara, meski sempat terjadi adu argumen antara pemilik toko dengan empat petugas BPOM, akhirnya pemilik toko bersedia barang produk bebiluck diamankan yang untuk dibawa ke kantor BPOM Surabaya. “Barang yang diamankan sebanyak 10 item. Terdiri dari 21 bungkus puding susu, 15 bungkus bubur tim sehat organik, abon baby beef 14 bungkus, bebiluck brainy 3 bungkus, bebiluck alergi bubur tim 2 bungkus, BB booster 5 bungkus, Happy Tammy 3 bungkus, abon salmon fish 5 bungkus, abon baby chicken 2 bungkus, dan 2 bungkus abon baby sayur,” papar Mustadjab.

Selanjutnya, tambah Mustadjab, barang dibawa ke kantor BPOM Surabaya. “Temuan ini akan kami laporkan ke pimpinan.  Untuk langkah selanjutnya menunggu keputusan dari pimpinan,” pungkasnya. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date