BPN Nyatakan, Bukti Kepemilikan Tanah Desa yang Sah

Share this :

Sengketa Tanah Desa Rejoso dan Pabrik Gula RMI

Blitar, koranmemo.com-Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Blitar menyatakan, bahwa tanah seluas 700 meter yang saat ini menjadi sengketa di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun antara warga dengan pihak investor, yakni PT Rejoso Manis Indo (PT RMI) benar milik desa. Ini dibuktikan dengan adanya tanah tersebut dalam peta kerawangan yang dimiliki oleh desa.
“Peta kerawangan yang dimiliki pihak desa, itu sudah benar dan sah yang menunjukkan bahwa lahan tersebut, merupakan aset desa,” ujar Kepala Seksi Pengaturan Pertanahan di BPN Kabupaten Blitar, Sudio Utomo, Minggu (11/06).

Dijelaskan, hingga saat ini PT RMI belum mendaftarkan tanahnya ke BPN. Tanah seluas 17 haktare yang rencananya akan digunakan untuk membangun pabrik ini belum didaftarkan ke BPN. “Saya sudah cek, memang semua lahan tersebut belum terdaftar di sini (BPN),” ungkapnya.

Diakui, pihaknya tidak mengetahui secara rinci perihal belum terdaftarnya lahan tersebut di BPN. Pihaknya menduga lahan tersebut sebelumnya merupakan lahan yang berstatus leter C atau petok D atau belum bersertifikat, sehingga oleh pemiliknya belum didaftarkan ke BPN.

Meski belum didaftarkan, pihaknya tidak melarang investor yang langsung melakukan proses pembangunan pabrik, sebab proses jual beli antara pihak investor dan pemilik lahan sudah benar.
“Informasinya, saat ini pihak investor akan mendaftarkan lahan tersebut ke BPN. Tapi saat ini masih proses legalisasi di akta notaris, sebelum dibawa ke BPN,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan, lahan yang akan didaftarkan ke BPN tersebut, kurang lebih seluas 17 ha. Sedangkan lahan sekitar 700 meter persegi, masih dibiarkan atau tidak didaftarkan ke BPN, sebab lahan tersebut masih menjadi sengketa dan pihak investor masih belum membelinya. Menurutnya, lahan yang dulunya sebagai jalan desa itu diberi garis pembatas berupa tali rafia.

Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor: Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.