BPK Jatim Bantah Pegawainya yang Menularkan Covid-19

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan Jawa Timur memberikan tanggapan terkait empat anggota inspektorat Pemerintah Kabupaten Blitar yang positif Covid-19. Pihak BPK Jatim menyatakan, pegawai mereka sudah dipastikan tidak terkena Covid-19 saat ditugaskan ke Kabupaten Blitar. Satu anggota BPK yang diketahui positif Covid-19, baru terkonfirmasi setelah menjalani tes swab di Blitar, 10 hari setelah melaksanakan tugasnya.

Kepala Perwakilan BPK Jatim, Joko Agus Setyono melalui surat hak jawabnya mengatakan, sebelum berangkat ke Blitar, seluruh anggota tim telah melakukan rapid test pada 14 Agustus 2020 di Sidoarjo. Hal itu sebagai syarat penugasan kepada seluruh anggota BPK yang akan bertugas ke luar kota.

“Hasil tes menyatakan semuanya negatif atau non reaktif,” tulis Joko, Kamis (3/9).

Setelah itu, tim baru berangkat ke Blitar. Selanjutnya, tim pemeriksa melakukan kegiatan pemeriksaan lapangan (on field) di Kanigoro. Sesaat sebelum kembali ke kantor BPK Jatim di Sidoarjo, Selasa (1/9), seluruh anggota tim melakukan tes swab Covid-19 di Kabupaten Blitar.

Hasilnya, satu orang anggota BPK Jawa Timur terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala (asimtomatik) dan tiga orang negatif. Sampai dengan saat ini, pihak BPK belum dapat menelusuri dari mana anggota tim yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala (asimtomatik) tersebut terpapar.

“Jadi bukan staf kami yang menularkan ya. Tapi justru staf kami yang terpapar saat berada di Blitar,” ungkap Joko.

Baca Juga: Ribuan Anggota BPD Kabupaten Kediri Mengadu ke Dewan

Baca Juga: Mahasiswa Unikama Demo Tuntut Hapuskan UKT

Segera setelah hasil tes swab tersebut menyatakan ada satu anggota tim positif Covid-19 tanpa gejala (asimtomatik), seluruh anggota tim diminta kembali ke Sidoarjo. Mereka melakukan isolasi mandiri di rumah selama 2 minggu. Setelah itu, ditindaklanjuti dengan swab kembali.

Agus menambahkan BPK Jatim sangat peduli atas keselamatan dan kenyamanan kerja setiap pegawai. BPK Jatim masih memberlakukan work from home (WFH) dan sangat membatasi mobilitas pegawai yang bekerja di dalam kantor dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.

Reporter: Nuramid Hasjim

Editor: Della Cahaya