BPBD Jatim Gandeng Media untuk Meminimalisir Dampak Bencana

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengadakan rapat koordinasi kebencanaan bersama media, di Bukit Daun Kabupaten Kediri, Senin (24/6). Pasalnya, media bisa meminimalkan dampak bencana karena informasi yang bisa diterima oleh masyarakat ketika akan terjadi ancaman kebencanaan.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono mengatakan, peran media besar untuk mengurangi resiko bencana di Indonesia. Terlebih saat ini hampir setiap tahun terjadi bencana alam di Indonesia dan juga Jawa Timur. Suban menyebut, Jatim tergolong daerah rawan bencana karena berada dalam garis lempeng tektonik induk Australia yang menyebabkan gempa cukup tinggi.

“Selain itu, di Jawa Timur ada 7 gunung berapi yang aktif, kawasan pesisir memunculkan resiko tsunami, serta iklim tropis menyebabkan kemarau yang akan kita hadapi ini,” katanya.

Pihaknya memetakan sedikitnya ada 28 Kabupaten rawan banjir dengan lebih dari 1400 desa rawan banjir. 13 Kota dan Kabupaten rawan longsor, serta 21 kabupaten kota rawan terdampak erupsi gunung merapi. Ancaman – ancaman itulah yang membuat BPBD Jatim menggandeng media untuk meminimalisir resiko dampak bencana kepada masyarakat.

“Media adalah salah satu ujung tombak untuk mengurangi resiko kebencanaan. Dengan informasi – informasi yang disampaikan kepada masyarakat, sebelum bencana alam itu terjadi minimal masyarakat sudah bisa mengantisipasinya,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se Jawa Timur, beserta BPBD seluruh Jawa Timur, dan beberapa masyarakat peduli kebencanaan Jatim.

Reporter Zayyin Multazam Sukri

Editor Achmad Saichu