Bos Properti PT Sabrina Laksana Abadi Laporkan Notaris ke Polresta Sidoarjo

Sidoarjo, koranmemo.com – Bos properti PT. Sabrina Laksana Abadi, Achmad Miftach Kurniawan mengadukan Notaris Eka Suci Rusdianingrum ke Polresta Sidoarjo atas dugaan penggelapan uang ratusan juta dan upaya penguasaan aset-aset miliknya secara sepihak.

“Atas tindakan notaris Eka Suci Rusdianingrum kami telah melaporkan pidana ke Polresta Sidoarjo pada hari Jum’at (29/11) kemarin. Dengan tanda terima pengaduan nomor: STTP/230/XI/2019/JATIM/RESTA SDA,” terang Achmad Miftach Kurniawan kepada wartawan, Minggu, (01/12/2019).

Pria yang akrab disapa abah Wawan ini menjelaskan lebih jauh, pihaknya mengaku jika Notaris Eka telah melakukan Wanprestasi. Menurutnya, ia sudah mengeluarkan total uang sebesar Rp 875 juta kepada Notaris Eka lengkap dengan bukti pembayaran bermaterai.

“Perusahaan kami dari tahun 2016 sampai dengan 2019 telah menyetor uang kepada notaris Eka total sebesar 875 juta dalam beberapa tahap,” papar abah Wawan.

Uang tersebut diakuinya untuk kebutuhan segala pengurusan, diantaranya terkait perizinan perubahan status peruntukan dan AV Plan tanah seluas 5 hektar. Namun, diakuinya semua masih belum ada kejelasan.

Tanah yang berada di desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo ini nantinya akan digunakan untuk usaha perumahan. Disana rencananya akan dibangun 200 lebih unit rumah.

Dirinya juga mengaku kecewa lantaran sampai dengan hari ini belum pernah menerima salinan atau kutipan surat kuasa dan surat perjanjian dari notaris Eka.

Direktur PT. Sabrina Laksana Abadi ini juga sudah melakukan upaya komunikasi dengan notaris Eka sebelum melakukan aduan ke Polresta Sidoarjo. Sampai dengan hari ini, ia mengaku juga belum ada titik temu dan itikad baik penyelesaian masalah ini dengan notaris Eka.

“Bahwa yang mengurus perizinan adalah notaris Eka dan sampai sekarang belum selesai. Malah menagih biaya lagi sebesar Rp 2,57 miliar melalui pengacaranya,” keluh pria 33 tahun tersebut.

Tak hanya itu, keluhnya lagi, notaris Eka bersama beberapa calon pemilik perumahan sudah bertindak melampaui batas dan cenderung melakukan fitnah.

“Ada indikasi pencemaran nama baik dan ujaran kebencian melalui selebaran dan berita di media beberapa hari yang lalu. Harapan saya fitnah ini segera berakhir dengan pembuktian hukum seadil-adilnya,” cetusnya.

Pihaknya juga menepis jika dirinya dituduhkan telah melakukan tindak pidana pencucian uang. Pihaknya juga mengimbau, dengan munculnya kabar ini, seluruh calon pemilik rumah agar tidak mudah terprovokasi.

“Itu tidak benar. Karena semua uang itu adalah murni uang saya pribadi. Dan, seluruh aset kami sudah lunas tidak ada sengketa dengan pihak petani maupun pihak manapun yang terlibat,” pungkasnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date