Borgol Pemilik, Gasak 2 Kg Emas

Share this :
Kapolres Blitar saat melihat kondisi TKP perampokan.(memo/arief)
Kapolres Blitar saat melihat kondisi TKP perampokan.(memo/arief)

*Toko Emas Dirampok

Blitar,Memo-Perampokan toko emas terjadi di wilayah hukum Polres Blitar, Sabtu (16/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Sasarannya toko emas Semar Berlian milik Wahono (49) warga Dusun Klepon Desa Sidodadi Kecamatan Garum. Perampok yang bersenjata api (senpi) menggondol perhiasan emas seberat 2 kilogram yang ditaksir senilai Rp 500 juta. Para pelaku juga menyikat uang tunai Rp 5 juta. Pelaku yang memakai helm full face itu sempat melepaskan tembakan ke udara hingga korbannya keder. Perampok juga memborgol tangan Wahono dan istrinya, Emiliawati (40).

Berdasar informasi yang dihimpun di lokasi, perampok beraksi di siang bolong saat suasana di sekitar toko emas sepi. Sejumlah saksi mengatakan, pelaku yang berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor jenis bebek merek Honda yang dipereteli dan tanpa plat nomor polisi. Sekitar pukul 14.00 WIB, dua pelaku masuk ke toko emas yang dijaga Wahono dan istrinya. Seorang pelaku langsung menodongkan pistol. Sedangkan yang lain berdiri dan berjaga di depan toko emas.

Korban awalnya tidak menggubris permintaan pelaku untuk menyerahkan perhiasan dan uang miliknya. Namun, tiba-tiba pelaku melepaskan tembakan ke arah plafon atas hingga jebol. Mendengar tembakan itu, korban terpaksa menyerahkan seluruh perhiasan emas dan uang Rp 5 juta yang diletakkan di dalam laci.

Para perampok bisa leluasa beraksi karena kondisi di sekitar toko emas sepi. Meski demikian, setelah mendengar suara letusan senjata, ada warga yang menghubungi polisi. Sayangnya, pelaku langsung kabur.

Beberapa hari sebelum perampokan terjadi, sejumlah warga melihat dua pelaku berseliweran di sekitar lokasi. Diduga para pelaku sudah lama mengincar toko emas dengan cara melihat dan mempelajari situasi sekitar lokasi.

Saat dimintai keterangan, Wahono mengatakan dirinya sempat berupaya melawan pelaku dengan sebilah celurit yang disimpan dekat etalase. Tetapi karena pelaku membawa pistol dan melepaskan tembakan, nyalinya menjadi ciut. ’’Karena mereka membawa pistol, saya akhirnya menyerahkan semua perhiasan emas dan uang. Setelah membawa emas dan uang, pelaku langsung kabur ke arah barat,’’ ungkap Wahono.

Sementara itu, Kapolres Blitar AKBP Indarto saat meninjau lokasi kejadian mengatakan modus dua pelaku mirip dengan pencurian toko emas di Kecamatan Wonodadi beberapa waktu lalu. Pelaku beraksi menjelang sore saat korban hendak menutup toko emas. ’’Ada persamaan modus, tetapi cara beraksinya sedikit beda,’’ katanya.

Dia membenarkan jika pelaku menggunakan senpi jenis pistol saat beraksi di toko emas milik Wahono. Tetapi, pistol yang digunakan pelaku diduga jenis airsoft gun. Berdasar penyelidikan sementara yang dilakukan polisi, pelaku berjumlah dua orang dan mengendarai sebuah sepeda motor. Pelaku diperkirakan adalah pemain baru. Indikasinya, salah seorang pelaku tak memakai penutup wajah saat beraksi.

’’Seorang pelaku yang tak memakai penutup wajah bertinggi badan 160 sentimeter, rambut pendek lurus rapi, memakai rompi hijau, dan berusia sekitar 30-an,’’ paparnya.

Saat ini polisi masih memburu dua pelaku. Polres Blitar telah membentuk tiga tim khusus, menutup tiga akses keluar masuk menuju Kabupaten Blitar, dan meminta bantuan Polda Jatim. ’’Hingga kini kami masih menyelidiki dan mengejar pelaku. Kami optimistis pelaku dapat ditangkap,’’ tuturnya. (rif)