Bongkar Sindikat Mobil Bodong, 4 Pelaku Digulung

Share this :

Lamongan, koranmemo.com Satreskrim Polres Lamongan berhasil membongkar jaringan jual beli mobil bodong disertai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dipalsukan.

Polisi mengamankan 4 orang pelaku, yakni ME (22) warga Desa Kedungsekar Kecamatan Benjeng Gresik, AE (45) warga Desa jubel Kidul Kecamatan Sugio, AS (40) warga Desa Wangunrejo Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, serta AG (35) warga Desa Kedali Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan.

Tertangkapnya keempat pelaku diawali dari salah satu tersangka AG yang tertangkap lebih dulu saat akan melakukan transaksi kepada calon pembeli di wilayah hukum Polsek Sugio. Namun sebelum itu, polisi sudah mengendus transaksi yang dianggap janggal lantaran harganya miring.

Informasi yang berhasil dihimpun, setiap unit roda empat tersebut diduga kuat diperoleh dari hasil curanmor dan kredit macet dari pihak finance. Sedangkan, untuk surat menyurat asli tapi palsu (aspal) berupa STNK maupun BPKB mereka dapatkan dari seseorang yang sampai saat ini masih dalam proses pengembangan petugas.

Keempat pelaku tergolong bukan amatiran melainkan sudah tergolong pemain, sebab, nomor rangka (noka) maupun nomor mesin (nosin) semua barang bukti (BB) berupa mobil  tidak tampak kalau hasil dari ketok ulang (kenteng, red). Begitu pula STNK maupun BPKB, bahannya asli namun diketik ulang.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, S.I.K.,M.H dalam Konferensi Pers, Kamis (14/2) mengatakan bahwa dalam penangkapan ke empat tersangka tersebut petugas berhasil mengamankan 3 unit kendaraan roda empat yang lengkap disertai suratnya. “Terbongkarnya jaringan ini mulanya dari tertangkapnya satu pelaku yang akan melakukan transaksi di Lamongan,” jelas Feby.

Dari penangkapan itu, petugas langsung melakukan pengembangan. Alhasil, dari keterangan satu pelaku akhirnya didapat pelaku lain. Dalam melakukan aksinya, para tersangka mempunyai tugas sendiri sendiri. Bahkan, bapak dari salah satu tersangka saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kini petugas sedang melakukan perburuan terhadap Hj. MSK (65) yang saat ini berstatus sebagai DPO. Dan lagi saat ini tim sedang melakukan identifikasi BB yang kita dapat. Bisa jadi, barang bodong seperti ini sudah merambah daerah lain. Jika ada perkembangan kami akan kembali sampaikan kepada rekan media,” terang Feby.

Barang bukti tiga unit roda empat itu diantaranya, 1 unit mobil toyota avansa warna putih nopol L 1892 ZH beserta surat lengkap, 1 unit daihatsu terios nopol S 1121 YA lengkap dengan suratnya, dan 1 unit daihatsu Luxio dengan nopol A 1335 NM lengkap beserta suratnya.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini tersangka harus mendekam di sel. Pasal yang disangkakan yakni Pasal 263 ayat (1) atau pasal 266 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun serta pasal 480 KUHP atau penadah,” ungkap Feby.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu