Bongkar Jaringan Narkoba Terputus, Mantan Napi Asimilasi Dibekuk

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Empat pelaku peredaran narkoba jaringan terputus berhasil dibekuk Satreskoba Polres Lamongan. Penangkapan tersebut terbilang paling besar lantaran barang bukti yang didapat total mencapai 100 gram sabu-sabu. Itu seperti dibeberkan saat jumpa Pers di ruang SKJ Polres Lamongan, Jum’at (16/10) pagi.

Dalam keterangannya, Kapolres Lamongan, AKBP Harun, S.I.K.,S.H megatakan bahwa ungkap kasus tersebut berawal dari penangkapan HS (38) warga Dusun Sawu RT 002 RW 002 Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Lamongan di pinggir jalan Dusun Tuwiri Desa Tambakrigadung Kecamatan Tikung.

Pelaku tersebut, kata Harun, saat itu akan melakukan transaksi, yang sebelumnya petugas sudah mengantongi ciri-ciri fisik sesuai dengan sasaran. Saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan beberapa barang bukti. “Kepada petugas pelaku mengaku baru 5 bulan jualan sabu. Barang tersebut didapat dari Madura,” jelas Harun di hadapan awak media.

Rupanya, HS ini merupakan mantan napi yang baru saja menjalani masa tahanan dan mendapatkan asimilasi, keluar lembaga pemasyarakatan sekitar bulan April 2020. Dia mendapatkan sabu dari seseorang bernama kacong. Namun, pada saat mendapatkan barang, pelaku mengambil (sabu) di bawah pohon randu di wilayah Bangkalan, Madura. “Ini jaringan terputus,” tambah Harun.

Dari pengembangan, petugas berhasil menangkap pelaku lain yakni DU (21) warga Dusun Kemendung RT 002 RW 001 Desa Jatirejo Kecamatan Tikung, DR (37) warga lingkungan Tegalsari RT 001/RW 007 Kelurahan/Kecamatan Brondong dan MA (38) warga lingkungan Sidokumpul RT 007 RW 10 Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.

Beberapa barang bukti berupa sabu-sabu, klip plastik, timbangan, handphone dan lainnya sudah diamankan petugas. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku di jerat dengan pasa 112 dan pasal 114. “DR dijerat dengan pasal 112 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” tegas Harun.

Sedangkan untuk tersangka MA dijerat pasal 114 ayat (1) dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Serta HS dan DU dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Reporter Fariz Fahyu
Editor Achmad Saichu