Bolos Sekolah, 5 Pelajar Diamankan Satpol PP

Kediri, koranmemo.com – Lima pelajar diamankan Satpol PP Kota Kediri, Kamis (7/2), karena bolos sekolah. Mereka adalah HM (15) Kelurahan Kaliombo, AL (17) Kelurahan Kaliombo, AB (18) Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, AZ (14) Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, dan RP (17) Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.

Kasi Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Kediri, Edy Santoso mengatakan, dua pelajar diamankan di warung kopi di salah satu warung di Jalan Raung Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, dan tiga pelajar lain diamankan di salah satu warung yang ada di Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kediri Kota.

Dari pengakuan para pelajar ini, mengaku membolos dan pergi ke warung kopi. “Saat petugas sedang melakukan patroli, kami mendapat aduan tentang keberadaan pelajar yang membolos sekolah. Kami segera menuju lokasi, dan memang benar ada dua pelajar yang sedang berada di warung kopi,” jelasnya.

Awal dari aduan masyarakat yang melihat beberapa pelajar yang berada di warung kopi, tapi masih menggunakan seragam sekolah. Ditengarai, mereka membolos sekolah, karena berada di warung kopi saat jam pelajaran di sekolah masing – masing sedang berlangsung. Setelah petugas melakukan pemeriksaan di salah satu warung yang berada di Jalan Raung, menemukan 2 pelajar yang sedang membolos.

Untuk proses selanjutnya, kedua pelajar dari sekolah yang berbeda ini dibawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri dan dilakukan pendataan. Setelah melakukan pendataan, petugas kembali mendapat dumas di salah satu warung yang berada di Kelurahan Kaliombo. Petugas segera menuju warung tersebut dan menemukan tiga pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK), namun berbeda sekolah. Untuk mendapat pembinaan, ketiga pelajar tersebut dibawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri.

Setelah melakukan pendataan dan pembinaan, para pelajar ini membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan mereka. Lantaran, selain merugikan diri sendiri, perilaku mereka tidak patut ditiru oleh pelajar lain. Pihak Satpol PP juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua masing – masing, untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Dari informasi yang diperoleh Koranmemo.com, salah satu pelajar mengaku membolos sekolah karena terlambat masuk sekolah. Setidaknya ada dua pelajar yang terlambat, dan mengaku takut jika mendapat sanksi dari sekolah. Sedangkan satu pelajar, mengaku izin pulang karena merasa kurang enak badan. Bukan kembali ke rumah, pelajar tersebut justru pergi ke warung kopi.

Menurut Edy, langkah seperti ini diharapkan dapat meminimalisir kenakalan remaja di Kota Kediri. Sekolah tidak hanya datang dan mengerjakan soal atau tugas, namun juga demi masa depan mereka. Jika pelajar sering membolos, maka materi pelajaran tidak dapat diterima dengan baik.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait, terutama dengan pihak sekolah dan orang tua karena yang paling berperan untuk memberikan pembinaan dan pengawasan lebih lanjut,” tegasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date