Bolos Apel, ASN Tak Dapat TPP

Blitar, koranmemo.com – Hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Blitar selain apel dan halalbihalal juga dilakukan pengecekan absen. ASN yang membolos pada hari masuk pertama tanpa alasan jelas akan mendapatkan sanksi.

Plt Wali Kota Blitar Santoso mengatakan pengecekan absen para ASN ini merupakan instruksi langsung dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Untuk tiap pemerintah daerah mengirimkan absen pegawai pada hari ini juga.

“Jadi hari ini saya juga melihat apakah ada yang telat. Tadi BKD sudah saya perintahkan untuk merekap absen pegawai agar mulai mengirim data ke pusat pukul 12.00 WIB hari ini,” ungkap Santoso usai upacara apel hari pertama, Senin (10/6).

Menurutnya, ASN yang ditemukan tidak masuk kerja di hari pertama ini akan mendapat sanksi dihilangkannya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di bulan ini.  “Ini suatu kebijakan kalau hari ini tidak hadir tanpa keterangan lebih lanjut TPPnya kita hentikan dalam satu bulan,” tegasnya.

Sementara, Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Penilaian Kerja BKD Kota Blitar Hadi Wijaya mengatakan dalam sidak pegawai hari ini ada ASN Kota Blitar yang tidak masuk karena sakit dan adapula yang tanpa alasan.

“Kita masih merekap jumlahnya. Tadi ada yang sakit struk dan ada juga yang tanpa alasan orangnya sama dengan tahun lalu,” ujarnya.

Terkait sanksi ada dua jenis yang diterapkan dari peraturan daerah dan peraturan pusat. Untuk peraturan daerah Kota Blitar yang tidak ikut apel dikenakan sanksi tidak dapat TPP. Sedang peraturan pusat mengatur yang tidak masuk sama sekali akan mendapat sanksi berat.

“Kalau tadi finggerprint tapi tidak ikut absen akan disanksi tak dapat TPP sesuai Perwali No 17 No 2019 tentang pemberian tambahan penghasilan pegawai berbasis kinerja. Kalau yang tidak masuk sama sekali diberikan sangsi berat dari pusat mulai dari penurunan pangkat sedikit lebih rendah, hingga pemecatan,” katanya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date