Bocah SD Korban Sodomi Kakek Bejat Bertambah?

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Jumlah korban sodomi yang dilakukan Paniyo (60) warga RT 02/RW 01 Desa Malasan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dimungkinkan bakal bertambah. Dugaan bertambahnya jumlah korban kekerasan seksual itu berdasarkan pengakuan tersangka kepada penyidik Satreskrim Polres Trenggalek. Sebelumnya Paniyo diamankan polisi karena melakukan sodomi kepada pelajar SD berumur sembilan tahun di Kabupaten Trenggalek.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana mengatakan, berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan yang dilakukan, kuat dugaan korban kekerasan seksual itu bakal bertambah. ”Berdasarkan keterangan tersangka itu mengembang kepada dugaan kejadian tersebut juga menimpa dua korban dibawah umur,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (26/9).

Saat ini tim penyidik Satreskrim Polres Trenggalek masih melakukan pengembangan untuk menguak kasus yang menghebohkan warga Kabupaten Trenggalek. ”Masih kami koordinasikan dengan kedua orang tua termasuk pihak sekolah. Karena kami juga menunggu dari respon orang tua mengingat ini mungkin orang tua mempertimbangkan kondisi psikologis anak,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sumi, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui dugaan penyimpangan orientasi seksualnya, termasuk kondisi kejiwaan pelaku. Sebab, berdasarkan pengakuannya, pelaku melakukan tindakan bejat itu lebih dari satu kali.

”Setelah ini kami berkoordinasi dengan psikolog untuk memastikan kondisi kejiwaan yang bersangkutan termasuk dengan ahli seksologi untuk mengetahui sejauh mana perilaku menyimpang daripada tersangka ini, apakah benar terjadi penyimpangan,” tegasnya.

Untuk diketahui, dalam press rilis yang berlangsung di Mapolres Trenggalek, Selasa (25/9), pelaku mengaku sudah empat kali melakukan tindakan tak senonoh itu kepada korban. Pelaku mengiming-imingi korban dengan uang Rp 10 ribu dan berdalih membuatkan mainan layang-layang untuk mengelabuhi korbannya. Pelaku melakukan aksi bejatnya disebuah rumah kosong yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggalnya.

Meskipun Paniyo mengaku sudah empat kali melakukan ulah bejat itu, namun dia mengelak sudah menyodomi korban. Dia mengaku hanya menggesek-gesekkan kelaminnya di sekitar kemaluan korban setelah sebelumnya diolesi dengan handbody. Namun pengakuan tersangka terbantahkan dengan keterangan medis dan beberapa barang bukti yang diamankan petugas.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu