Bocah 8 Tahun Mengemis Demi Keluarga, Ini Sebabnya

Malang, koranmemo.com – Di balik usahaBocah 8 Tahun Mengemis Demi Keluarga, Ini Sebabnya apapun pasti ada alasan yang kuat untuk tetap berusaha dalam kehidupan. Salah satu anak ini misalnya, Naga Putra Wicaksono (8) warga Jalan Borobudur IV B no 5 Kecamatan Blimbing Kota Malang, demi menghidupi ibunya yakni Siti Aisyah (33) yang tidak bisa beraktivitas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor di daerah Situbondo (30/05) lalu.

Naga yang merupakan anak semata wayang dan baru naik kelas 3 SD ini harus mengemis dan mengamen untuk mendapatkan uang sebagai penyambung kehidupan setiap harinya.

Naga dan ibu kandungnya sekarang tinggal di rumah kos ellen yang berukuran 3×2 meter ini hanya menggantungkan nasib dari belas kasihan masyarakat. Kadang-kadang Naga nekat meminta makanan ke beberapa rumah makan yang dekat dengan tempat tinggalnya tersebut.

Saat ditemui di rumahnya, ibu Siti Aisyah menceritakan jika kecelakaan yang menimpanya tersebut tidak terlalu diingat,hanya saja dirinya kemudian mau menandatangani surat perdamaian karena diminta memperbaiki mobil yang ditabrak atau telah menabrak dirinya tersebut.

Saat itulah dirinya kini hanya bisa tergeletak di atas tempat tidur karena kaki sebelah kirinya patah dan tangan kirinya pun mengalami hal yang serupa sehingga tak lagi bisa mencari nafkah.

Begitu juga dengan Naga saat ditemui juga berharap ibunya bisa segera pulih dan berjalan kembali agar bisa mencari nafkah kembali. “Kalau memang tidak ada uang kadang saya nekat ngamen ,selain itu kalau tidak dapat uang saya mengemis meminta makanan di rumah makan sekitar tempat tinggalnya,” ungkap Naga, Minggu (14/07).

Padahal diketahui jika Naga saat kecelakaan tersebut juga mengalami luka di pelipis yang harus dijahit. Bahkan untuk melepas jahitan saja, dilepas sendiri oleh ibunya secara manual saat Naga tertidur agar Naga tidak merasa kesakitan karena tidak memiliki biaya ke dokter.

Pihak Siti Aisyah dan Naga hingga saat ini tetap berusaha semaksimal mungkin untuk tidak meminta siapapun. Namun dirinya tak memungkiri jika biaya kehidupan dan operasi memang mahal.

Sementara itu kabar inipun langsung sampai ke telinga Wali Kota Malang Sutiaji.  Dirinya bercerita jika Pemkot Malang akan melakukan upaya sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah memberi perawatan medis kepada ibu Naga, yaitu Siti Aisyah.

Dalam tahap pertama akan dibuatkan surat rujukan terlebih dulu. “Tadi mintanya dirawat di RKZ, maka akan ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan,” kata wali kota kepada wartawan.

Sutiaji pun tidak ingin penanganan kesehatan ini berlangsung lambat. Ke depan dia meminta agar jajaran pemerintah dari tingkat paling bawah lebih aktif. Dia juga mengharapkan pendataan dilakukan secara masif. Sehingga pergerakan masyarakat dapat dilihat dan dapat ditangani ketika diperlukan.

Langkah itu sesuai dengan target Kota Malang 2020 Universal Health Coverage (UHC). Yakni seluruh masyarakat Kota Malang dapat merasakan fasilitas kesehatan secara menyeluruh dan berkeadilan. Sejak sekarang, pendataan pun diminta untuk segera dituntaskan dengan baik dan benar.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date