BNN Ungkap Pencucian Uang Jaringan Narkoba Lapas

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Badan Nasional Narkotika (BNN) bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang melibatkan jaringan Lapas dengan aset senilai Rp 24 miliar.

Rilis kasus itu dilaksanakan BNN di tempat tinggal tersangka di Jalan Mulyosari Utara nomor 45 Surabaya, yang  disita negara berikut barang bukti lainnya yakni mobil, motor, Selasa (31/7).

Dari kasus ini, petugas menetapkan 5 orang sebagai tersangka, yaitu AW, Army Roza alias Bobi (narapidana kasus narkotika di Lapas Tangerang), Ali Akbar Sarlak (warga negara Iran narapidana kasus narkotika di Lapas Tangerang), TTA alias SE, dan LB.

Kepala BNN, Komjen Heru Winarko mengatakan, kasus ini bermula dari terungkapnya kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh Juvictor Indraguna beserta barang bukti berupa 8.3 kilogram sabu yang ditangkap pada bulan Maret lalu.

“Dari kasus tersebut PPATK dan Direktorat TPPU BNN, melakukan pendalaman serta penyelidikan dan berhasil mengungkap transaksi aliran dana yang diduga berasal dari hasil bisnis narkotika,” tuturnya.

Dia menambahkan, terhitung sejak Januari hingga Juli 2018, BNN telah mengungkap 15 kasus TPPU dan 22 tersangka dengan nilai aset mencapai Rp 127.099.503.874.

“Pengungkapan kasus TPPU ini membuktikan bahwa BNN bekerja dengan baik telah menangkap dan mengamankan bandar Narkoba di dalam penjara serta menghentikan bisnis narkotika,” jelasnya.

Sementara, Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menambahkan, modus operandi pencucian uang yang dilakukan oleh para tersangka melalui perusahaan penukaran uang serta perusahaan fiktif yang bergerak di bidang emas dan tembaga sebagai sarana transaksi.

“Salah satu tersangka, yaitu TTA alias SE bahkan membuat identitas palsu dengan nama SE untuk membuka rekening di salah satu bank yang kemudian digunakan kekasihnya, yaitu Ali Sarlak, untuk melakukan transaksi perputaran uang hasil bisnis narkotika tersebut,” urainya.

Tersangka terancam Pasal 3, 4. dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Reporter : Alamuddin

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date