BNN Kabupaten Kediri Ringkus Jaringan Pengedar Sabu Antar Kota

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Badan Narkotika Kabupaten Kediri mengamankan jaringan peredaran narkotika antar kota. Petugas berhasil membekuk dua orang pelaku dan mengamankan belasan klip narkotika jenis sabu-sabu siap edar. Mereka adalah EP (28) dan DS (32), kedua pelaku merupakan warga Desa Darmawulan, Kecamatan Kepung.

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati mengungkapkan penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan yang diterima BNN Kabupaten Kediri. Petugas mendapatkan informasi jika EP merupakan pengedar narkotika jenis sabu-sabu.Dari hasil penangkapan EP, petugas mengamankan barang bukti berupa delapan klip sabu sabu dengan total berat 2,06 gram. Selain itu petugas juga mengamankan uang sebesar Rp 300 ribu, satu buah ATM, dua buah ponsel yang digunakan sebagai alat transaksi dan satu unit sepeda motor.

“Kita lakukan penggeledahan di rumah EP ini dan diamankan barang bukti satu buah botol plastik berisikan 119 butir pil dobel l, satu buah timbangan digital, satu buah alat hisap, satu pak sedotan plastik, satu buah gunting dan tiga buah isolasi,” ungkap AKBP Lilik Dewi.

Dari penangkapan EP, BNN Kabupaten melakukan pengembangan dan diketahui jika barang didapatkan dari DS. Petugaspun mencoba melakukan penangkapan terhadap DS di rumahnya di Desa Darmawulan. Namun dini hari itu pelaku tidak berada di rumahnya.

Tim Brantas BNN Kabupaten Kediri mendapatkan informasi jika sasaran berada di sebuah warung di Kecamatan Kandangan. Petugas langsung bergegas melakukan penangkapan. Petugas BNN berhasil mengamankan DS beserta barang bukti lima buah paket sabu dengan total 4,9 gram.

“Sabu tersebut disimpan pelaku di dalam jog sepeda motor. Selain sabu-sabu, juga diamankan satu buah timbangan digital, satu buah alat hisab, satu gunting dan uang sebesar Rp. 355 ribu,” ungkap AKBP Lilik

Lalu faktor apa yang mempengaruhi kedua pelaku ini mengedarkan sabu-sabu. Mengenai hal tersebut AKBP Lilik Dewi menegaskan faktor ekonomi manjadi faktor utama. Dalam keseharian, kedua pelaku bekerja sebagai buruh bangunan. Oleh sebab itu keduanya mengaku tergiur untuk menjadi pengedar sabu.

Dalam satu kali transaksi pelaku bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Selain mendapatkan keuntungan uang, kedua pelaku juga mendapatkan keuntungan mendapatkan bonus satu klip sabu-sabu. Untuk satu klip sabu, biasanya kedua pelaku menjualnya dengan harga Rp 350 ribu.

“Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100 ribu. Keuntungan itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas AKBP Lilik Dewi.

AKBP Lilik menambahkan dari keterangan kedua pelaku, barang haram tersebut didapatnya dari lapas. Keterangan tersebut akan terus dilakukan penyelidikan oleh BNN Kabupaten Kediri untuk proses pengembangan. Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 Undang Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Reporter Nuramid Hasyim

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date