Blitar Kota Mulai Terapkan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Hari ini, Selasa (19/9/2020), sanksi denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan sudah mulai diterapkan di Kota Blitar. Namun menyesuaikan kemampuan perekonomian masyarakat di tengah pandemi, pelanggar hanya membayar sebesar Rp 20 ribu.

Kasubag Humas Polresta Blitar, Iptu Achmad Rochan mengungkapkan pelaksanaan Operasi Yustisi Pemakaian Masker digelar tiap hari di Kota Blitar. Tim gabungan telah menyiapkan tenda untuk melaksanakan sidang di tempat bagi warga yang ketahuan tidak memakai masker.

Sasaran operasi yustisi adalah lokasi fasilitas umum seperti Alun-alun Kota Blitar yang terletak di Jalan Merdeka. Selain itu, mobilitas warga yang melewati jalan utama ini sangat tinggi. Data dari Polresta Blitar, hari ini ditemui 16 warga yang tidak memakai masker.

“Pada operasi yustisi hari kedua ini ada 16 warga yang tidak pakai masker. Dengan rincian teguran tertulis sebanyak 11, penyitaan KTP satu dan tipiring dengan denda sebanyak 4 orang,” ungkap Iptu Rochan.

Tim gabunganpun memberikan sanksi sesuai pelanggaran yang mereka lakukan. Namun, tetap melihat kondisi warga yang melakukan pelanggaran. Rochan menuturkan, jika pelanggar dari kalangan menengah ke bawah, maka tindakan teguran dan penyitaan KTP akan diterapkan oleh satpol pp.

“Kita menyesuaikan dengan kondisi saat ini, masyarakat yang membawa namun tidak digunakan akan didenda Rp 10.000. Sementara bagi yang tidak membawa masker kita denda sebesar Rp 20.000,” ungkapnya.

Nominal kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu, dinilai tidak memberatkan warga. Apalagi tujuannya untuk mendisiplinkan pemakaian masker. Tim gabungan khawatir akan ada penolakan jika sanksi denda sama dengan daerah lain, yakni Rp 50 ribu.

“Tim akan selalu melalukan evaluasi. Jika makin kesini jumlah pelanggar tetap atau makin tinggi, tentu akan ada perubahan besaran sanksi agar warga makin disiplin menerapkan protokoler kesehatan,” ungkapnya.

Reporter Nuramid Hasyim
Editor Achmad Saichu