Bikin Gaduh, 5 Penghuni Kos di Bandar Diamankan Warga

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Bagi penghuni tempat kos, harus lebih memperhatikan ketentraman dan ketertiban umum di lingkungan masyarakat. Jika tidak, maka harus siap-siap mendapat pembinaan dari personel Satpol PP Kota Kediri, seperti lima muda-mudi yang menjalani pembinaan karena membuat gaduh.

Lima muda-mudi ini yaitu MB (26) laki-laki asal Jalan Komp Hankam Kecamatan Cimanggis, AA laki-laki asal Kelurahan Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang, dan AFR (21) laki-laki asal Desa Babatan Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember.

Serta, dua lainnya adalah AIH (19) perempuan asal Desa Pesing Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri dan AT (18) perempuan asal Desa Tlanakan Kecamayab Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 20.00 WIB, AIH yang menjadi penghuni kos di lingkungan Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri mengundang keempat temannya tersebut.

“Dari pengakuannya, yang bersangkutan mengundang teman-temannya untuk datang ke kos tersebut, untuk makan bersama,” jelasnya, Senin (14/9).

Tak hanya makan bersama, kata Nur Khamid, setelah itu mereka mengerjakan tugas di lorong kos yang berada di lantai dua dengan kondisi pintu terbuka. Sampai Pada Akhirnya diamankan Warga. “Karena buat gaduh dan masyarakat resah, sehingga dilaporkan ke Satpol PP,” imbuhnya.

Untuk pelanggaran lain, lanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan personel Satpol PP, mereka tidak melakukan hal-hal yang mengarah ke tindak asusila. Mereka juga tidak berada di dalam kamar kos. Namun, karena mereka membuat gaduh dan melebihi batas waktu berkunjung, maka masyarakat mengadukan ke Satpol PP.

Sebagai sanksi, setelah pendataan dan pembinaan mereka diminta untuk tidak mengulanginya kembali. “Kalau belajar, belajar sewajarnya jangan sampai larut malam. Karena, batas waktu berkunjung sampai pukul 21.00 WIB, dan lebih memperhatikan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Kelima muda-mudi ini, sebelum diserahterimakan kepada penanggung jawab masing-masing, mereka mendapat sanksi untuk ikut serta mengampanyekan Kediri Bermasker. “Selain edukasi, kami juga berupaya untuk mengantisipasi serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perwali Kediri Nomor 32 Tahun 2020,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu