Bidan Dituntut Profesional

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Meningkatnya jumlah penduduk membuat pemerintah harus melakukan pelayanan maksimal di bidang kesehatan. Salah satu bidang yang harus tercukupi dengan maksimal yakni keberadaan bidan, hal itu lantaran untuk proses lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas.

Guruh Hariwibowo, Kabid Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Nganjuk memaparkan, berdasarkan data yang dihimpun, anggota aktif  IBI Nganjuk berjumlah 704 orang yang tersebar di berbagai Puskesmas milik pemerintah maupun swasta serta di sejumlah desa.

Kebutuhan masyarakat di desa terkait keberadaan Bidan Desa sangat dibutuhkan dan jumlahnya terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. “Berdasarkan analisa kebutuhan, kita masih membutuhkan banyak bidan desa,” ujarnya saat menghadiri Maklumat Layanan oleh Puskesmas Kecamatan Berbek di Desa Bendungan Kecamatan Berbek, beberapa hari yang lalu.

Karena itulah berbagai cara mulai dari kegiatan sosial hingga peningkatan kemampuan dilakukan untuk meminimalisir permasalahan yang ada. Diharapkan dengan adanya pelatihan para bidan semakin terampil dalam menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan Neonatal dan Prenatal ( Kelahiran dan Kehamilan-red). “Kita juga baru saja pelatihan MU minggu kemarin,¬†sebagai syarat memperoleh STR,” urai Ika Herawati, bidan asal Kecamatan Ngetos yang menjabat sebagai Seksi Pendidikan dan Pelatihan di IBI Nganjuk.

Hal senada diungkapkan Suhartatik Kundariana, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nganjuk. Menurutnya selain karena tuntutan profesi yang harus mampu dengan ikhlas melayani masyarakat setiap saat juga harus bersikap profesional, namun tidak kaku. “Kondisi apapun harus dapat melayani dengan senyum, profesionsl dan tuntas dalam layanan,” tuturnya.

Wanita asal Desa Sekaran Kecamatan Loceret ini memiliki visi yang cukup menantang dalam mengelola roda organisasi. Pasalnya di tangan bidanlah proses awal generasi bangsa ini bermula. Jika kelahiran ibu bisa dijamin standar kesehatan dan layanan yang maksimal maka akan menjamin perkembangan generasi sehat yang mampu bersaing di era global.

Karena itu menurutnya yang utama, seorang bidan harus selesai urusan kesehatan pribadi keluarga dan lingkungan yang lebih luas. “Harus sehat, dinamis dan cekatanlah,” ujar wanita yang akrab dipanggil Bu Kun saat ditemui usai mendampingi lomba senam oleh Perwosi di GOR Bung karno Nganjuk, Minggu (9/10). (and)

 

Follow Untuk Berita Up to Date