Biaya Daftar Ulang Anak Sekolah Ancam Inflasi Bulan Juli

Share this :

Kediri, koranmemo.com –  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Agus Puji Raharjo meminta semua lembaga pendidikan fleksibel dalam menerapkan pembayaran daftar ulang. Pasalnya, sektor pendidikan bisa mengancam inflasi pada bulan Juli ini berkaca pada tahun inflasi sebelumnya.

Sektor pendidikan dianggap menjadi salah satu komoditi yang perlu diwaspadai bisa menyumbang inflasi pada bulan Juli. Berkaca pada tahun inflasi 2018 pada bulan Juli yang dikerluarkan BPS Kota Kediri, sektor pendidikan menyumbang inflasi sebesar 0,12 persen. Hal itu yang membuat Kepala BPS setempat meminta para penjual peralatan sekolah tidak mengambil kesempatan dengan menaikkan harga terlalu tinggi.

“Jika permintaan tinggi tapi barangnya sedikit itu bisa membuat harganya naik, sedangkan perlengkapan sekolah ini bukan lagi permintaan memang kebutuhan semua siswa baru. Tapi kondisi ini jangan digunakan aji mumpung, susah kalau situasi ini dipakai untuk meraup keuntungan yang terjadi nanti inflasinya tinggi,” kata Agus Puji Raharjo saat ditemui di ruangannya, Selasa (2/7).

Agus mengatakan, untuk mengurangi perilaku itu tim pengendali inflasi daerah (TPID) mulai melakukan inspeksi mendadak pada pedagang perlengkapan sekolah. “Kalau permintaan banyak tapi harga tetap tidak masalah. Tapi hasil sementara harga – harga perlengkapan sekolah masih stabil sampai saat ini semoga saja terus begini dan tidak terjadi sampai kelangkaan,” katanya.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah sudah menerapkan sekolah gratis berupa pembayaraan sumbangan pelayanan pendidikan (SPP). Namun, menurut Agus kebijakan itu tidak akan berpengaruh ketika biaya lainnya meningkat terlebih pada bulan Juli masuk pada biaya daftar ulang. Guna meringankan beban masyarakat, dia meminta sekolah bisa menerapkan pembayaran dengan mengangsur.

“Membayar secara cicilan ini bisa menjadi cara untuk meminimalisir inflasi dari sektor pendidikan. Meski tetap mempengaruhi secara makro tapi tidak besar karena bebannya masyarakat dikurangi. Ditambah lagi bulan ini (Juli) berbarengan dengan musim haji, ini yang memang perlu kita waspadai untuk satu bulan kedepan,” tandasnya.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu