BI Dituding Matikan Jasa Penukaran Uang Baru

Ratusan  orang  antri untuk menukarkan  uang recehan yang digelar BI di Alon-alon kemarin. (memo/pendik)
Ratusan orang antri untuk menukarkan uang recehan yang digelar BI di Alon-alon kemarin. (memo/pendik)

Tulungagung, Memo- BI (Bank Indonesia) Cabag Kediri yang menyediakan mobil keliling untuk penukaran uang, dituding telah mematikan jasa penukaran uang baru yang sudah menjamur menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Di Tulungagung, untuk penyediaan penukaran uang baru tersebut, kemarin BI melakukannya di dua tempat yakni di Pasar Wage dan Alun-alun Tulungagung Jalan RA Kartini.

Penurakan uang baru yang dilakukan BI ini jauh lebih diminati warga. Karena tidak ada tambahan ongkos. Sedangkan di jasa penukaran uang, warga harus menambah uang antara Rp 5 ribu sampai 20 ribu.

Mobil keliling penukaran uang baru milik Bank Indonesia stanbay di depan Pasar Wage dan Alun-alun Tulungagung, para pengantre sudah menunggu sekitar 2 jam akhirnya terjadi desak-desakan di saat penukaran. Tetapi hal ini bisa ditertibkan oleh pihak kepolisian yang sudah dipersiapkan oleh Bank Indonesia Cabang Kediri.

Salah satu peserta antrean Sumiati mengatakan dirinya rela antre karena tidak ada kenaikan harga ataupun persenan. “Jika tukar dengan nilai Rp 1 juta, maka juga ditukar Rp 1 juta tidak ada tambahan uang. Makanya saya rela mengantre walaupun berdesakan. Disini tidak ada kenaikan uang,” katanya.
Santoso salah satu petugas Bank Indonesia mengatakan, hal ini dilakukan untuk mempermudahkan masyarakat menukar uang baru. Pihak Bank tidak memberikan lonjakan uang dengan harga sesuai dengan nilai uang yang ditukar.”Uangnya terbatas, maka dari itu warga juga harus rela antre,” katanya.(dik/JB).
 

 

Follow Untuk Berita Up to Date