Bermodus Penangkapan, 3 Perampok Bengis Ditembak

Trenggalek, Koranmemo.com – Kepolisian Resort Trenggalek membongkar sindikat tindak kejahatan (perampokan) bermodus penangkapan. Tiga tersangka ditembak dan dua tersangka lainnya masih buron. Sebelumnya mereka melancarkan aksinya di pinggir jalan dekat terminal di Kecamatan Durenan Trenggalek.

Dalam melancarkan aksinya, komplotan itu menyaru layaknya petugas yang tengah memburu pelaku kejahatan. Modus itu terbilang berhasil dan memperdaya korban. Korbannya adalah Moh Erik Rikiawan (31) warga Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 164 RT/RW 04 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Korban bekerja sebagai sopir truk.

Dalam konferensi pers, Selasa (20/8) sopir truk pasir itu menceritakan awal mula ia mengalami nasib sialnya. Saat itu dia memposting jual beli pasir di media sosial. Selang beberapa saat, pada 30 Juli lalu ia dihubungi oleh salah satu pelaku. “Setelah itu keesokan harinya disepakati transaksi di wilayah Durenan,” kata dia.

Bukannya uang yang dia dapat, justru Erik bernasib sial. Setelah bertemu dan menurunkan pasir pesanan pelaku Heru Susanto (33) yang belakangan diketahui hanya sebagai modus, tiba-tiba muncul tiga tersangka lainnya menggunakan mobil nopol W 1643 VO. “Tiba-tiba saya langsung dibekap dan dipukuli,” ujarnya.

Korban digelandang oleh tiga tersangka yakni Sumarno (48), Adit Lutfi (31) dan tersangka lain berinisial A yang kini masuk DPO. Di bawah todongan pistol airsoftgun, dia dianiaya dalam mobil dan diikat di bagian mata, mulut, kaki dan tangan. “Katanya saya ditangkap karena kasus narkoba, saya hanya bisa pasrah,” imbuhnya.

Mereka membagi tugas. Heru dan A membawa truk curian itu ke Probolinggo. Sumarno dan Adit membawa Erik ke Jawa Tengah. Dia hanya bisa pasrah mendengar ketika akan dibunuh. “Saya berada di kursi belakang. Sempat saya berucap kepada pelaku agar tidak membuang identitas saya jika dibunuh,” akunya.

Meskipun acap kali mendapat siksaan dalam mobil, dia mencoba berontak hingga akhirnya dia berhasil kabur tepatnya di Jalan Raya Desa Bogo Kabupaten Sragen. Setelah berhasil membuka pintu, dia langsung melompat dari mobil dan meminta bantuan warga. “Pelaku turun, namun ada warga yang melihat,” kata Erik.

Erik ditolong warga yang melintas dan menginformasikan kejadian itu ke Polres Sragen. Kemudian petugas Satreskrim Polres Trenggalek menciduk kawanan perampok bengis tersebut. Tiga tersangka diamankan petugas di wilayah Perbukitan Kecamatan Borobudur Magelang.

Mereka dihadiahi timah panas karena mencoba kabur saat dibekuk petugas. Selain membekuk tiga tersangka, petugas juga mengamankan truk yang dirampas dari Erik. Namun kondisi truk itu sudah tidak lagi utuh. “Sudah dikanibal,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S.

Penangkapan komplotan itu membutuhkan waktu cukup lama hingga hampir dua minggu. Selain memburu penadah barang curian berinisial R di Probolinggo, petugas juga masih memburu tersangka lain berinisial A. “Jadi dalam melancarkan aksi mereka membagi peran dan tak segan melukai korban,” jelasnya.

Mereka mengaku membagi tugas dalam melancarkan aksi baik mencari korban hingga peralatan yang digunakan, seperti lakban hingga borgol.  Termasuk pembagian persentase hasil perampasan yang ditaksir mencapai Rp 30 juta. “Tersangka S mendapatkan Rp 20 juta, sisanya kedua pelaku,” pungkasnya.

Namun sayang, polisi enggan membeberkan secara detail air softgun itu berasal. Mereka menyebut akan mengembangkan kasus tersebut, termasuk dugaan aksi komplotan ini di wilayah lainnya. “Masih kami dalami, yang jelas sudah dimiliki pelaku beberapa tahun lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date