Berkedok Warkop, Satpol PP Kota Kediri Temukan Praktik Judi Ding Dong di Dekat Sekolah

Kediri, koranmemo.com – Petugas Satpol PP Kota Kediri mendapat laporan dari warga yang mulai resah akibat adanya dugaan praktik perjudian dengan menggunakan mesin ding dong, Kamis (8/8) malam. Selain meresahkan warga, lokasi praktik ding dong tersebut juga berdekatan dengan salah satu sekolah negeri di Kota Kediri. Perjudian ini  berkedok warung kopi, digelar di Jalan Padang Padi Kelurahan Kaliombo Kecamatan/Kota Kediri.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan, pemilik warung dan pemilik mesin ding dong ternyata orang yang berbeda, dan pemilik mesin ding dong bersedia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. “Karena bersedia mempertanggungjawabkan, kami sedang melakukan koordinasi dengan pemilik dan pihak kepolisian,” tuturnya, Jumat (9/8).

Sebelumnya, saat petugas mendatangi warung tersebut dan melakukan pemeriksaan, beberapa warga yang berada di warung tidak melakukan tindakan mencurigakan untuk mengelabui petugas. Namun, setelah petugas memeriksa di beberapa bagian warung, akhirnya menemukan dua mesin ding dong yang ditutupi terpal.

Menurut Nur Khamid, saat petugas memeriksa dua mesin ding dong tersebut, kondisi mesin masih hangat sehingga petugas menduga mesin tersebut baru digunakan. Selain menemukan dua mesin ding dong, juga ditemukan beberapa koin yang dipakai untuk bermain. Untuk bermain, warga harus menukarkan uang dengan koin tersebut, satu koin dikenakan biaya Rp 1.000.

Dari pengakuan pemilik mesin ding dong yang diketahui bernama Agus Siswanto (31) warga Kelurahan Mandala Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan, dua mesin tersebut dibawa dari daerah tersebut. “Dari pengakuan pemilik mesin, baru beroperasi selama satu minggu terakhir di warung yang berada di Jalan Padang Padi,” jelasnya.

Nur Khamid mengatakan, pemilik mesin ding dong dinilai sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Kediri Nomor 1 Tahun 2016 tentang perjudian. Selain itu, lokasi warung yang digunakan untuk praktik permainan ding dong juga berada di kawasan sekolah. Dengan demikian, dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi pelajar.

Ditambahkan, saat melakukan pemeriksaan di warung, petugas juga menduga warga yang bermain ding dong tidak hanya dari kalangan orang dewasa, namun juga para pemuda, atau bahkan remaja yang masih di bawah umur. “Kami khawatir, jika mereka terpengaruh perilaku negatif. Jika masih pelajar sudah terpengaruh, bagaimana nanti kalau mereka sudah dewasa? Pasti akan terbawa,” imbuhnya.

Reporter : okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date