Berkata Jorok, Driver Ojol Dilaporkan Polisi

Kediri, koranmemo.com – Salah satu driver ojek online (ojol), MM (34) warga Wates Kabupaten Kediri, dilaporkan ke Polresta Kediri karena berkata jorok kepada penumpang yang masih duduk di bangku Kelas VII SMP Negeri di Kota Kediri, Minggu (18/8). Orangtua penumpang Ojol menilai perkataan tersebut tidak senonoh, sehingga melaporkan permasalahan ini ke polisi.

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi menjelaskan, korban, sebut saja Dedek yang masih berusia 12 tahun, memesan jasa ojol melalui aplikasi. Setelah driver datang untuk menjemput, di tengah perjalan menuju rumah yang berada di daerah Doko Kabupaten Kediri, terlapor mengajak komunikasi. Namun, pertanyaan yang dikatakan justru pertanyaan yang kurang pantas untuk didengar.

Selain itu, terlapor juga tidak mengikuti jalur yang ada di peta sesuai jalur yang ada di aplikasi. “Ini yang membuat korban khawatir. Di tengah perjalanan, akhirnya korban nekat untuk melompat dari sepeda motor dan mencoba menghindar dari driver ojol tersebut. Kejadiannya sebelum orang tua korban melapor, Sabtu (18/8) petang, karena laporan masuk Minggu malam,” ujarnya Senin (19/8).

Orang tua korban bersama dengan driver ojol datang ke Mapolresta Kediri, lanjutnya, dan petugas segera melakukan pemeriksaan serta penyelidikan. Dari pengakuan terlapor, memang mengakui bahwa sudah berkata yang tidak pantas kepada korban, namun tidak ada tindakan apapun selama terlapor membonceng korban.

Dari informasi yang diperoleh koranmemo.com, hasil pemeriksaan petugas berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Undang-Undang (UU)Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), tidak bisa dikatakan sebagai tindakan asusila. Meskipun ada pengakuan dari terlapor, namun hanya sebatas ucapan dan tidak ada tindakan ataupun menyentuh korban.

Karena, berdasarkan KUHP dan UU PPA, tindak pidana ataupun tindak asusila ada unsur pemaksaan dan tindakan pelaku secara fisik terhadap korban, meskipun hanya memegang korban. Namun, dalam kasus tersebut, petugas tidak menemukan unsur pidana yang dilakukan oleh terlapor. Sementara orang tua korban, akan melaporkan kejadian tersebut ke perusahaan ojol untuk mendapat sanksi atas perilakunya tersebut.

Kamsudi mengimbau kepada masyarakat, jika memang ada yang menjadi korban atau mendapat tindakan yang tidak senonoh dari driver ojol, bisa melaporkan kejadian ke petugas kepolisian setempat.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date