Berkas Tarian Telanjang Inul Vizta akan Dilimpahkan ke Kejati

Kediri, koranmemo.com– Kasubdit IV Renata Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, akan segera melimpahkan berkas pemeriksaan tersangka manajer Inul Vizta ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dalam pagelaran tarian telanjang yang digerebek Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Selain itu, pihaknya juga sudah mencabut segel police line di karaoke keluarga Inul Vizta pasca penggerebekan. Pencabutan segel bisa dilakukan karena pemeriksaan tersangka sudah selesai. “Sudah rampung pemeriksaanya. Senin (7/8) berkas akan saya kirim ke Kejati,” ujarnya, Jumat (4/8).

Di tempat terpisah kalangan DPRD Kota Kediri mempertanyakan sanksi yang akan diberikan Pemkot Kediri karena ternyata karaoke keluarga Inul Vizta disalahgunakan selain menggelar tarian telanjang di tempat tersebut juga bisa digunakan untuk layanan seks.

Muhammad Subekti, anggota komisi B DPRD Kota Kediri mengatakan, Pemkot Kediri perlu tegas dalam memberikan sanksi kepada investor nakal di Kota Kediri.

“Kalau tidak seperti itu, maka selamanya bisnis terselubung seperti ini pasti tetap ada. Maka dari itu, kami selaku mitra kerja DPM-PTSP akan segera memanggilnya untuk meninjau mekanisme perizinannya seperti apa. Sebab masih banyak investor yang nakal dan lemahnya sanksi yang diberikan,” jelasnya.

Wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, jika ditinjau dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor tempat hiburan di Kota Kediri memang besar. Kendati demikian, dia menekankan kepada Pemkot perlunya kajian mengenai dampak sosial yang ditimbulkan akibat penyimpangan tersebut.

Apalagi tambahbya, di Kota Kediri dikenal dengan kota santri dengan banyaknya jumlah pondok pesantren di Kota Kediri. “Memang ada dampak kecil jika Inul Vizta ditutup. Pertama karyawan ada yang nganggur dan sektor PAD akan berkurang sekitar Rp 78 juta. Namun harus mempertimbangkan dampak sosial yang luas dengan adanya dugaan praktik prostitusi ini,” jelasnya.

Subekti juga mengatakan, pengecekan dan pengawasan secara berkala juga diperlukan untuk mencegah timbulnya praktik terlarang lain di tempat hiburan lainnya yang kini mulai menjamur di Kota Kediri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Satreskrim Polresta Kediri juga menyita 120 botol minol dari lima kardus yang tersimpan di gudang Inul Vizta Kota Kediri. Selain mendapati lima dus minuman beralkohol, petugas mendapati 13 botol kosong minuman berkadar alkohol tinggi, diantaranya  6 botol kosong Chivas Regal, 2 botol kosong Absolute Vodca, dan 5 botol kosong Martel.

Penyitaan minuman beralkohol ini dilakukan setelah sebelumnya Subdit IV Renata Ditreskrimum Polda Jatim menggrebek pesta taraian telanjang dan mengamankan sepuluh orang diantaranya empat wanita penari striptis, pengunjung, karyawan dan manajer yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.