Beri Tahu “Cara Bener Bikin Film”

Majukan Perfilman di Kota Kediri

Kediri, koranmemo.com – Bertepatan dengan event lomba film pendek yang diadakan oleh Pemerintah Kota Kediri melalui Bagian Humas dan Protokol, pemkot juga menyelenggarakan workshop “Cara Bener Bikin Film” di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Minggu (9/12) pukul 12.00 WIB.  Dengan mendatangkan Wahyu Utami Wati Peraih Piala Citra Film Dokumenter Terbaik 2017, acara sharing tips dan ide ini menarik minat 400 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri, Apip Permana menjelaskan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari lomba film pendek yang diadakan Pemkot Kediri. “Selain mengadakan lomba, kami adakan workshop untuk menambah wawasan pemuda di Kota Kediri mengenai bagaimana cara membuat film pendek yang baik,” ujarnya.

Dia menjelaskan pada workshop tersebut, peserta diberi materi mengenai teknis pembuatan film pendek. Serta bagaimana pelaksanaan pembuatan, atau produksi film pendek ketika mulai digarap. “Intinya ya bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah film. Acara ini adalah untuk sharing tips dan ide, yang pada bagian akhir nanti ada sesi tanya jawab,” tukasnya.

Pada pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan materi mengenai perencanaan film melalui riset terlebih dahulu. Lalu membuat proposal dan langsung pada proses produksi. Berlanjut dengan pemutaran film dokumenter Unseen The World buatan Wahyu Utami. Setelah selesai pemutaran film, acara masuk pada sesi ulasan dan memberikan kesempatan peserta untuk bertanya.

Wahyu Utami Wati, mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi terlihat dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Pertanyaan yang bervariasi mulai dari teknik pengambilan audio visual, pendanaan, hingga melakukan reset terjawab pada workshop.

“Tanggapannya teman-teman sangat antusias untuk pengen tahu bagaimana proses dokumenter itu tadi. Pertanyaan bervariasi, mulai dari bagaimana menuangkan ide dalam film, pendanaannya, terus bagaimana tahapan-tahapannya. Mereka juga sharing mengenai kendala di lapangan,” paparnya.

Wanita kelahiran Wonogiri ini, menambahkan untuk membuat sebuah karya perlu sebuah kepekaan terhadap sekitar. Dia mengajak bagaimana caranya agar pemuda bisa menuangkan ide dan menyampaikannya kepada penonton.

“Bahwa, kita dari generasi muda itu harus gelisah sih. Dari kegelisahan itu tadi akan memunculkan ide-ide, dari ide itu kita harus membuat aksi atas ide itu dengan mengeksekusi, mencari tahu, melakukan riset. Ya membentuk rancangan film itu tadi,” tutupnya.(adv/pemkotkediri)

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Della Cahaya