Beredar Video Dugaan Money Politic, Warga Lapor ke Panwascam

Jombang, koranmemo.com – Ragil Bianto (40) warga Desa Tunggorono Kecamatan Jombang, mendatangi kantor panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kecamatan Jombang di Jalan Dr. Soetomo Jombang, Rabu (17/4).

Kedatangan Ragil ini untuk melaporkan adanya dugaan money politic, yang dilakukan oleh tim pemenangan oknum salah satu calon anggota (caleg) DPRD Jombang.

Dugaan politik uang ini menyebar dalam  bentuk rekaman video menampilkan rekaman  seorang perempuan yang mengaku menerima uang dari tim pemenangan salah satu oknum caleg DPRD Kabupaten Jombang, di aplikasi WhatsApp (WA).

“Saya dapat laporan dari masyarakat bahwa tadi malam ada pembagian uang pada salah satu orang. Dan pengakuannya juga ada videonya,”kata Ragil kepada sejumlah wartawan di kantor panwascam Jombang.

Dikatakan, pembagian uang itu dilakukan pada seorang perempuan yang tinggal di kawasan perumahan Desa Tunggorono. “Pada rekaman videonya, dia dapat dari oknum salah satu partai Demokrat. Sedangkan yang membagikan atas nama Heri di TPS 20 di Tunggorono,” beber Ragil.

Saat ditanya ada berapa warga yang menerima uang di area TPS tersebut, serta berapa nominal uang yang diterima warga, Ragil mengatakan bahwa sesuai dengan pengakuan yang ada di dalam rekaman video tersebut, hanya ada satu orang yang mengaku menerima uang. “Setahu saya cuman satu orang dan nominalnya 100 ribu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kecamatan Jombang Lutfi Utomo, membenarkan adanya laporan dari salah satu warga Desa Tunggorono ke kantornya, tentang dugaan money politik.

Namun menanggapi laporan warga tersebut, Lutfi mengaku jika pihaknya akan berjalan sesuai dengan aturan sesuai Perbawaslu 2018, tentang pelanggaran, dengan memperhatikan kecukupan syarat formil maupun syarat materiilnya.

“Untuk buktinya (video rekaman, red) itu syarat materilnya, namun syarat formilnya kita suruh untuk melengkapi terdahulu,” tegas Lutfi.

Saat ditanya, sejauh ini sudah ada berapa laporan yang masuk ke Panwas kecamatan Jombang, Lutfi mengatakan bahwa sejauh ini masih ada satu laporan yang masuk, akan tetapi laporan tersebut belum bisa diregister secara resmi, karena belum dilengkapi syarat formilnya.

“Kita beri waktu 7 hari, setelah itu sesuai dengan alur penanganan pelanggaran kita akan lakukan kajian selama 3 hari,” urainya.

Jika nanti dalam kajian tersebut, unsur pelanggaran pemilunya terpenuhi, maka akan dilakukan langkah penindakan lebih lanjut. “Kalau money politic itu termasuk kategori pelanggaran pidana,” tandas Lutfi.

Terpisah, Dian Ayun, caleg DPRD Jombang, yang namanya disangkut dalam video dugaan politik uang, mengaku tidak tahu menahu.

“Aku gak tau..ak gak pernah bagi2 uang,” jelas politisi berperawakan kecil ini saat diwawancara sejumlah wartawan melalui pesan WA , Rabu (17/4).

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date