Beredar Pesan Singkat Meresahkan, Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Kediri, Koranmemo.com – Beredarnya kabar pesan singkat melalui whatsapp tentang ancaman teror yang menyebar hingga ke Kediri mengundang keresahan masyarakat. Dalam pesan singkat itu menyebut sejumlah titik pusat perbelanjaan hingga tempat peribadatan di Kediri menjadi sasaran teror pasca terjadinya serangan bom bunuh diri di Surabaya.

Kendati demikian, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi memastikan kabar itu adalah hoax. “Terkait dengan beredarnya isu di beberapa tempat perbelanjaan, termasuk di Kediri ini saya sudah konfirmasi kebenarannya dan bisa saya pastikan berita tersebut adalah hoax,” ujarnya saat dikonfirmasi di Mapolresta Kediri, Senin (14/5).

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak merasa resah dan terprovokasi isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu dia meminta kepada masyarakat untuk tidak meneruskan info yang  menimbulkan keresahan.

“Teror yang terjadi itu memang ditujukan supaya masyarakat resah. Saya mengimbau kepada warga untuk tidak merasa resah maupun terprofokasi isu tersebut. Namun kita harus tetap waspada. Jangan juga menshare informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pintanya.

Anthon menyebut telah menyiagakan 2/3 personel yang berjaga di beberapa titik krusial di wilayah hukum Polresta Kediri. Penebalan lapisan pengamanan itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan masyarakat sehingga dapat beraktifitas seperti biasanya.

“Kami dari Kepolisian dan TNI sudah meningkatkan kegiatan kami, mulai dari patroli skala besar termasuk penjagaan-penjagaan dititik tertentu yang menjadi atensi kami,” kata Anthon.

Antisipasi penebalan lapisan pengamanan itu dilakukan menyusul insiden ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) dan serangan dugaan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5). Selain sejumlah objek vital, antisipasi penebalan lapisan pengamanan ini juga dilakukan di Mapolresta Kediri hingga ke polsek jajaran di wilayah hukum Polresta Kediri.

“Kami mengantisipasi supaya tidak merembet ke wilayah lainnya. Termasuk di wilayah Kediri Kota kami sudah lakukan penebalan pengamanan di beberapa titik, termasuk mako, kantor kepolisian, asrama dan pos polisi. Juga objek vital dan pusat perbelanjaan juga serta gereja. Hari Minggu sudah kami lakukan kegiatan penebalan dan pengamanan, juga sterilisasi sebelum pelaksanaan Misa dan sebagainya,” pungkasnya.

Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Dandim 0809 Kediri mengatakan, sampai saat ini situasi Kediri kondusif pasca teror yang terjadi di beberapa tempat di Surabaya. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprofokasi adanya isu hoak yang meresahkan.

Agung meminta kepada semua pihak untuk mengklarifikasi jika menerima informasi maupun berita yang bermuatan provokasi.  “Kita klarifikasi dan cek kebenarannya, jangan mudah meneruskan informasi yang belum tentu benar. Misal ada yang meresahkan bisa langsung konfirmasi ke Polres atau Polresta dan Kodim setempat. Kami juga tidak ingin tujuan dari teroris itu tercapai. Artinya kita mau aktivitas terganggu dan pada akhirnya akan merugikan bagi kita semua,” kata Agung.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date