Berbekal Pahat, Pria Ini Curi Uang Kotak Amal Masjid

Share this :

Jombang, koranmemo.com – IK (32) warga RT 03/RW 04 Dusun Karanganyar Desa Kalibendo Kecamatan Pasiran Kabupaten Lumajang, terpaksa berurusan dengan aparat Polsek Bandar Kedungmulyo.

Ini setelah dirinya terbukti melakukan aksi pencurian uang kotak amal di dalam Masjid Islamic Center Dr. H. Moeldoko di Dusun/Desa Kayen Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kamis (19/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam aksinya, IK berbekal alat pahat untuk membuka pintu kotak amal.

Kapolsek Bandar Kedungmulyo AKP Darmadji menjelaskan, IK ditangkap oleh petugas keamanan masjid yang curiga melihat gerak gerik pelaku.

“Dari IK disita barang bukti uang tunai Rp 1,517 juta, tas ransel hitam merek adidas, 1 alat pahat, 1 pecahan kaca tutup kotak amal, 1 kotak amal betuliskan Kotak Amal Anak Yatim,” kata Darmadji kepada wartawan, Jumat (20/9).

Menurut Darmadji, aksi pencurian bermula saat IK datang ke TKP (tempat kejadian perjara), dimana suasana lokasi sedang sepi. Namun demikian pelaku tetap memastikan situasi dengan berpura-pura melihat-lihat masjid. Tak lama kemudian, pelaku naik ke lantai 2 untuk melancarkan aksinya.

“Dalam peneriksaan, pelaku mengaku membuka pintu kotak amal dengan menggunakan alat pahat, sehingga dalam keadaan pecah. Uang yang ada didalam kotak seluruhnya dimasukkan kedalam tas,” ungkap kapolsek.

Setelah berhasil menggasak uang dari dalam kotak amal, pelaku kemudian bergegas pergi. Pada saat melintas dipintu gerbang luar masjid, langkah pelaku kemudian dihentikan Kawid dan Aril, petugas keamanan setempat yang sudah curiga dengan gerak-gerik pelaku.

“Saat digeledah, pelaku terbukti membawa hasil curian yang dimasukkan dalam tas ransel yang dibawanya,” ujar Darmadji.

Selanjutnya, oleh keamanan masjid, pelaku diserahkan ke Polsek Bandar Kedungmulyo untuk proses hukum selanjutnya.

“Pelaku kami jerat Pasal 363 Ayat (1) ke 5e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Darmadji.

Reporter Agung Pamungkas
Editor Irwan Maftuhin