Beras BPNT Sering Bermasalah, Bulog Akan Ditunjuk Sebagai Suplier

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Bulog Cabang Tulungagung akan ditunjuk sebagai pemasok beras BPNT dengan kualitas premium. Hal itu dilakukan lantaran pendistribusian beras BPNT selama ini selalu bermasalah, mulai dari kualitas beras yang buruk. Atas dasar itu, Dinas Sosial Tulungagung berencana untuk membuat Bulog sebagai pemegang kendali beras BPNT.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengaku, ditunjuknya Bulog sebagai pemasok bantuan beras dikarenakan Bulog sendiri memiliki alat untuk mengontrol kualitas dari beras itu sendiri. Dengan begitu, kualitas beras yang didistribusikan oleh Bulog untuk para KPM terjamin.

“Terkait beras itu kategori premium atau medium itukan Bulog yang bisa menentukan. Kalau pemasok lain tidak bisa menentukan beras itu kategori apa. Makanya Bulog yang ditunjuk,” kata Suyanto, Kamis (15/10).

Secara teknis, Suyanto Menjelaskan, nantinya Bulog akan menjadi pemasok tunggal beras dari setiap distributor (CV) yang ada di Tulungagung, sebelum akhirnya beras diterima oleh tiap-tiap keluarga penerima manfaat (KPM).

Baca Juga: Bulog Kediri Salurkan 65 Persen Bantuan Sosial Beras

Menurut Suyanto, langkah tersebut dilakukan lantaran pedoman umum (pedum) yang ada saat ini dirasa masih mengambang, sehingga pembuatan petunjuk teknis (juknis) dirasa cukup mendesak dalam pendistribusian bantuan BPNT.

“Yang disepakati kemarin, berasnya premium SNI. Jadi nanti distributor datang ke Bulog untuk ambil berasnya, katakanlah 50 kilogram, baru setelah itu di-repack dan didistribusikan ke masyarakat. Distributor ini harus memiliki gudang. Itu salah satu syaratnya,” ujarnya.

Suyanto melanjutkan, dikarenakan pengemasan serta pelabelan dilakukan oleh masing-masing CV, hal itu nantinya akan mempermudah dalam pengawasan beras. Jadi jika KPM mendapat beras berkualitas buruk, pihaknya bisa segera mengetahui kesalahan yang dilakukan tiap-tiap CV.

Tentunya melalui komplain dari masyarakat yang dilayangkan ke CV tersebut.

Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Blitar Temukan Pemilih Usia 500 Tahun di DPS

“Kalau ketahuan ternyata ada komplain dari KPM terkait kualitas beras, sudah jelas itu CV-nya yang bermasalah tidak sesuai dengan aturan yang disepakati. Kalau sudah gitu tinggal CV-nya tinggal diberhentikan. Karena itu tanggung jawab CV,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Tulungagung, Junaidi mengatakan, pihaknya menerima tawaran tersebut dikarenakan dasar bisnis mereka ada pada komoditi beras.

“Karena kami yang dipercaya, jadi tidak mungkin kami tidak melayani. Apalagi itu peluang untuk Bulog,” jelas Junaidi.

Baca Juga: Sweeping, Petugas Kepolisian Hentikan Pengendara Berpakaian Hitam

Menurut Junaidi, Bulog memang pernah menjadi manager suplier beras BPNT. Namun dikarenakan saat itu ada transporternya, lantas kualitas beras saat diterima KPM berbeda dengan kualitas beras saat berada di Bulog.

“Kemarin kita sepakati, kalau sudah terdaftar di Tim, masing-masing distributor akan ambil beras sendiri di Bulog. Jadi nanti sudah tidak ada transporter lagi,” ujarnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :Della Cahaya