Bentuk Panlih, Kebut Pembahasan Pengisian Jabatan Wakil Bupati Trenggalek

Trenggalek, koranmemo.com – Kalangan legislatif tengah bekerja maraton membahas pengisian jabatan Wakil Bupati Trenggalek yang saat ini masih kosong. Mereka menargetkan pengisian jabatan itu dapat dilakukan secepat mungkin sehingga roda pemerintahan dapat berjalan dengan lancar. Meskipun demikian para wakil rakyat tidak berani memastikan kapan pengisian jabatan itu dapat dilakukan.

Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam menyebut segera membentuk panitia pemilihan (panlih) DPRD Trenggalek periode 2019-2024. Pasalnya panlih periode sebelumnya telah mengakhiri masa tugasnya. “Itu menjadi tanggung jawab kami. Kami kerja maraton,” ujarnya ditemui usai pelantikan pengambilan sumpah unsur pimpinan di Graha Paripurna Kantor DPRD Trenggalek.

Namun mereka belum dapat memastikan kapan panlih itu terbentuk. Harapannya panlih itu dapat terbentuk di bulan pertama pasca unsur pimpinan legislatif terbentuk secara definitif pada Jumat (27/9). “Harapannya di bulan pertama masa jabatan ini (panlih) bisa terbentuk,” kata Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Agus Cahyono.

Peluang pengisian jabatan wakil bupati itu, lanjut Agus Cahyono masih mungkin dilakukan berkaca pada sisa jabatan Bupati Trenggalek lebih dari 18 bulan saat dilantik. Namun ia menyebut tidak menutup kemungkinan pengisian jabatan bisa juga tidak dilakukan. “Misal seiring dinamikanya saat ini jabatan Pak Bupati misal tinggal 3 bulan, itu nanti kita pikirkan efektivitasnya,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menyebut, pengisian jabatan Wakil Bupati Trenggalek tergantung pada panlih. Meskipun demikian, ia tak menampik pengisian jabatan bisa juga tidak dilakukan dengan berbagai pertimbangan. “Itu pun tergantung paripurna, kalau menolak panlih tidak bisa jalan. Karena sisa (riil, bukan saat dilantik) jabatan kurang dari 18 bulan,” jelasnya.

Senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Arik Sri Wahyuni yang menyebut panlih menjadi kunci pengisian jabatan Wakil Bupati Trenggalek, meskipun sudah ada dua nama yang disetorkan ke legislatif pada periode sebelumnya. “(Misal) satu atau dua bulan kalau diisi ya monggo, sah-sah saja,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jabatan Wakil Bupati Trenggalek saat ini masih kosong karena ditinggal Mas Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Mas Ipin menggantikan posisi Emil Elestianto Dardak yang mengemban tugas baru sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Duet Emil-Ipin seharusnya mengakhiri periode kepemimpinannya di Trenggalek pada Februari 2021. (adv/DPRD Trenggalek)

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date