Bentor Disita, Ratusan Pengendara Datangi Pemkab

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Pasca penyitaan paksa oleh  petugas gabungan Sat-lantas Polres dan Dishub Ponorogo pada, Senin (4/12) lalu. Ratusan pengendara becak montor (Bentor.red) se-Kabupaten Ponorogo mulai bergolak. Bahkan, pengendara bentor ini mendatangi kantor Pemkab Ponorogo, Rabu (13/12).

Dengan mengendarai ratusan Bentor sekitar pukul 11.00 WIB, 200 masa dari Perkumpulan Pengemudi Bentor Ponorogo ini, menggelar demonstrasi di depan Gedung Pendopo Kabupaten. Tak hanya itu, selain membentangkan sepanduk dan banner bertuliskan tuntutan mereka seperti,“ Pak Bupati saya butuh makan”, “ Tukang Bentor pengen urip Pak Ipong”,”Wis didenda Bentor kok arep digraji”,”Pak Polisi timbang kok ketok Bentor ku alowung ketok’en Guluku”. Massa juga meluapkan emosi dengan berorasi.

Dalam aksinya, massa menuntut pembebasan 38 bentor yang disita petugas beberapa waktu lalu, serta penghapusan kebijakan oleh Pemkab yang melarang Bentor beroprasi di wilayah Ponorogo.

Kordiantor aksi, Sunarso (67) menuding, Pemkab sengaja ingin membunuh mata pencaharian warga miskin, lantaran melarang Bentor yang menjadi satu-satunya mata pencaharian mereka beroperasi. Tak hanya itu, kebijakan pelarangan bentor di Ponorogo tidak beralasan lantaran berulang kali menggelar rapat yang dihadiri pengendara bentor dan petugas gabungan yang terdiri dari Sat-Lantas, Satpol-PP, Dishub belum menemukan titik temu.

” Kita ini sudah ditilang, disita, kok mau digergaji Bentor kami. Ini namanya menyengsarakan rakyat kecil. Apalagi setiap rapat juga belum menemukan titik temu, kok sudah membuat kebijakan sepihak,” teriaknya.

Sunarso mengancam bila Bentor nekad dihapuskan maka pihaknya tidak segan-segan akan menggelar aksi yang lebih besar dengan mengerahkan seluruh pengendara bentor di Ponorogo.” Pokoknya Bentor harus beroprasi, kebijakan yang melarangnya dihapus. Jika tidak kami akan menggelar aksi lebih besar lagi,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Junaidi yang menemui aksi massa di halaman Pemkab itu, menyepakati untuk sementara bentor dapat kembali beroperasi di pinggiran kota dan bukan di jalan protokol, untuk 38 unit bentor yang disita petugas di Samsat Ponorogo diperbolehkan diambil dengan syarat mengurus surat pengambilan.

Sementara terkait penolakan kebijakan penghapusan bentor di Ponorogo pihaknya belum berani memutuskan lantaran Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni sedang di luar kota. Ia pun berjanji akan menyampaikan tuntutan pengendara bentor tersebut.

”Sementara silahkan beroperasi tapi di pinggiran kota jangan di jalan protokoler. Untuk penolakan kebijakan penghapusan bentor kita tunggu pak bupati dulu, nanti saya sampiakan,”dalihnya. Mendengar kabar baik tersebut, massa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.