Bensin Eceran Menghilang

Kediri, Memo – Menghilangnya bahan bakar jenis premium di penjual eceran sejak satu pekan ini mulai dirasakan dampaknya bagi warga Kediri.  Rencana pemerintah untuk menggantikan premium eceran dengan pertalite ini akhirnya menuai keluhan dari warga, khususnya mereka yang berada di lokasi yang jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Salah satu warga, Siti Asiyah, warga Desa Bulusari Kecamatan Mojo mengatakan, menghilangnya bensin eceran membuatnya harus mengantre di SPBU demi mendapatkan bahan bakar jenis tersebut. Padahal, jarak antara rumahnya dan SPBU terdekat cukup jauh,  sekitar 10 kilometer.  “Mau beli pertalite kemahalan. Per botolnya bisa sampai Rp 8.000.  Padahal kalau premium cuma Rp 6.500 per botol,” ujar Siti.

Para penjual bensin eceran pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka mengaku sudah mencoba mencari SPBU yang mau melayani pembelian premium, namun mereka ditolak. “Kami baru dilayani jika membeli pertalite. Daripada tidak bisa jualan, akhirnya kami beli pertalite,” ujar Utomo, salah satu penjual di Jl Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri.

Utomo juga mengatakan, dirinya dan beberapa penjual bensin eceran lain sampai hari ini masih belum berani membeli pertalite dalam jumlah banyak.  Mereka masih ingin mengetes dulu bagaimana reaksi pasar dengan penghentian peredaran bahan bakar berwarna kuning ini.  Jika biasanya mereka membeli 10-15 liter setiap 2 hari sekali, sekarang dia membatasai hanya 7-10 liter setiap 2 hari sekali.  “Takutnya tidak laku.  Lagian kalau Pertalite kebanyakan pilih beli langsung di pom,” kata Utomo.

David Tompo, Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mengatakan, penghentian penjualan bensin jenis premium ini sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat sejak 15 Juni lalu. Hal Ini merupakan bagian dari rencana penghapusan premium pada 2019.   Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap premium, maka pemerintah mulai membiasakan masyarakat untuk menggunakan pertalite.  “Selain irit, kadar oktan dalam pertalite lebih tinggi dibanding premium.  Untuk mesin kendaraan juga lebih bagus,” kata David.

Selain itu, David juga memastikan kebutuhan BBM, baik jenis premium, pertalite, maupun solar, tak akan langka hingga lebaran. Semua distribusi BBM ke SPBU, yang semula dilakukan di Surabaya, kini dialihkan ke Malang dan Madiun dengan kapasitas penjualan lebih besar. (ela)

 

Follow Untuk Berita Up to Date