Bendera Berkibar di Atas Jalan Rusak

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com-Jalan rusak sepertinya menjadi permasalahan yang tidak lagi mengejutkan di Kabupaten Nganjuk. Meskipun kondisi infrastruktur yang sedemikian rupa kerap membuat orang celaka, namun sepertinya pemerintah daerah setempat belum mengambil tindakan nyata untuk mengatasinya.

Sikap seolah acuh itulah yang membuat warga kesal hingga nekat melakukan berbagai aksi sebagai wujud protes, mulai menanam pisang di tengah jalan, memasang tong, hingga menancapkan bendera merah putih di atas jalan yang rusak. Pemandangan seperti ini bisa ditemui ketika pengendara melintas di jalur Dusun Kedungbulu Desa Ngadiboyo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk.

Jalan yang biasa dijadikan sebagai jalur alternatif ini mengalami kerusakan sangat parah di beberapa titik. Kondisi itu diperparah dengan semakin banyaknya kendaraan muat berukuran besar yang melintas di jalur tersebut.

“Jalur ini yang paling dulu rusak dibanding jalan yang lain. Kondisinya semakin parah ketika banyak truk proyek berukuran raksasa melintas setiap hari tanpa henti,” keluh Warsidi, warga di sekitar jalur.

Pantauan Koranmemo.com, di sepanjang jalur ini aspal sudah banyak yang mengelupas, sehingga pasirnya mencuat ke permukaan. Bukan hanya itu, kendaraan bertonase besar yang sering melintas membuat jalanan amblas dan tak merata.

“Jalanan (rusak) ini sering membuat pengendara motor terjatuh, terutama saat malam hari. Meskipun sudah ada lampu penerangan tetapi tetap saja banyak yang celaka di sini, biasanya pengendara jarak jauh, inikan jalur alternatif,” imbuh Warsidi.

Dia menerangkan, sebelumnya warga setempat sudah memasang tong di jalur ini sebagai peringatan tanda bahaya. Tetapi karena rusak setelah ditabrak pengendara, akhirnya warga menggantinya dengan bendera merah putih memasuki Agustus 2017. “Meski sudah dipasang bendera tetap saja banyak yang terjatuh di jalan rusak ini mas,” ketus warga yang lain.

Dikonfirmasi terkait masalah ini, Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Agus Irianto menyampaikan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama dengan beberapa pihak terkait. Diakui kerusakan jalan dipicu banyaknya kendaraan tonase besar melintas karena adanya proyek Tol Trans Jawa dan Double Track (jalur ganda) kereta api.

“Untuk pembenahan akan dilakukan secepatnya dalam bentuk tambal sulam. Anggarannya dari CSR (Corporate Social Responsibility) pengelola proyek,” jelasnya.

Disinggung mengenai penggunaan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Nganjuk dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) untuk alokasi jalan rusak, Agus mengaku alokasi anggaran dari APBD digunakan untuk perbaikan jalan di daerah lain.

Reporter: Andik Sukaca
Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.