Benda Peninggalan Majapahit Mirip di Candi Gedog, Ditemukan Warga Karangtengah

Blitar, koranmemo.com – Benda yang diduga cagar budaya kembali ditemukan di Kota Blitar. Usai candi di Kelurahan Gedog, kali ini di Kelurahan Karangtengah.

Di persawahan ditemukan benda atau batu berbentuk lumpang. Lokasinya di tengah persawahan atau kebun jagung milik warga setempat. Bentuk lumpang itu menyerupai bak mandi yang terbuat batu. Dengan ukuran panjang 2 meter, diameter 1,5 meter dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter. Temuan batu itu oleh warga sudah dilaporkan ke Pemkot Blitar dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar.

Camat Sananwetan Heru Eko Pramono mengatakan, warga menemukan lumpang itu ketika mencangkul. Sebenarnya sudah cukup lama ditemukan. Tetapi oleh warga baru dilaporkan minggu lalu. “Ya karena mungkin dianggap benda biasa akhirnya dibiarkan. Begitu ramai-ramai baru dilaporkan pada Oktober ini,” kata Heru, Selasa (20/10).

Dikatakan, melihat bentuknya diduga benda lumpang itu adalah tempat untuk peribadatan atau tempat persucian. Tengara itu diperkuat dengan banyak ditemukan batu-batuan yang berserakan di sekitar sawah. “Mirip dengan benda-benda peninggalan Majapahit,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar Tri Iman P mengatakan pascaada laporan dari warga dan kecamatan, pihaknya langsung turun tangan. Benda seperti batu-batuan dibawa ke kantor dan selanjutnya pihaknya melapor ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur. “Kami akan menindaklanjuti dan akan kami laporkan ke BPCB. Ini kan ladang milik warga sehingga kami meminta diamankan lebih dulu,” katanya.

Berdasarkan penelusuran ternyata banyak petani sempat menemukan batu bata yang bentuknya sama dengan ekskavasi di Candi Gedog. Hanya saja bentuknya sudah tak beraturan. “Kalau menurut warga dan BPCB di lokasi bisa jadi digunakan tempat peribadatan. Jadi ketika hendak masuk ke lokasi ibadah harus bersuci dulu,” katanya.

Sebelumnya BPCB Jawa Timur ekskavasi situs di Candi Gedog. Lokasinya berada di sekitar punden atau di bawah pohon beringin. Di lokasi ditemukan benda-benda purbakala. Hanya saja, ekskavasi bakal dilanjutkan tahun depan lantaran terkendala dana.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu