Bencana Angin Kencang dan Debu di Sumber Brantas, Jumlah Pengungsi Meningkat

Batu, koranmemo.com – Para pengungsi angin kencang bercampur debu warga Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji terus berdatangan di beberapa posko di Kota Batu. Pengungsi itu merupakan korban dari bencana angin kencang bercampur debu yang sudah berlangsung sejak Sabtu (19/10) malam hingga saat ini Senin (21/10).

Untuk saat ini ada beberapa posko yang dibuka bagi para pengungsi yakni berada di Posko PB BPBD Kota Batu, Rumah Dinas Wali Kota Batu, Balai Desa Punten, dan Balai Desa Tulungrejo,SD N Punten 1,Balai Desa Sidomulyo dan Kantor Kelurahan Songgokerto.

Para pemgungsi sampai saat ini terus bertambah di beberapa posko tersebut. Melihat kondisi bencana tersebut masih belum mereda.

Dari keterangan BPBD Kota Batu, angin kencang yang bercampur dengan tanah kering di area persawahan itu terus membuat kondisi Desa Sumber Brantas porak poranda. Jumlah rumah terimbas terus bertambah, hingga tiang PLN itu roboh. “Berdasarkan data sementara hasl kaji cepat Tim di lapangan 32 rumah rusak dengan kategori ringan hingga sedang, dan kabel PLN dan Telkom terputus,” ungkap Kepala BPBD Kota Batu, Sasmito, Senin (21/10).

Saat ini tengah dilakukan evakuasi untuk pengungsi di beberapan Posko BPBD Kota Batu. Dari data yang diperoleh tercatat 1.270 warga yang sampai saat ini diungsikan.

Rincian 7 tempat yang dijadikan tempat pengungsian yakni rumah dinas wali Kota Batu yang dikhususkan untuk lansia dan anak ada 122 orang.

Kemudian di Balai Desa Punten dengan jumlah pengungsi terbanyak yakni 530 orang. Lalu ada di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu ada 379 orang.

Lainnya ada di Balai Desa Tulungrejo dengan jumlah 40 orang. Di SDN Punten 01 ada 173 orang. Balai Desa Sidomulyo ada 7 orang, dan kantor Kelurahan Songgokerto ada 19 orang.

Angin kencang yang melanda Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji ini berimbas wilayah desa tersebut hampir seluruhnya lumpuh. Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum. Hingga saat ini listrik masih padam dan mengganggu jaringan komunikasi.

“Tercatat juga bangunan rumah rusak ringan dan berat, hingga 1 orang meninggal dunia atas nama Sodiq dan beberapa orang mengalami luka-luka dan gangguan saluran pernafasan,” imbuhnya.

Bukan hanya di Desa Sumber Brantas bangunan rumah 20 unit, fasilitas umum, jaringan komunikasi, dan jaringan listrik melanda di Desa Sumbergondo lantaran angin kencang bercampur debu.

Editor Arief juli prabowo

Follow Untuk Berita Up to Date