Bemes dan Ojek Onlie Sepakat Berdamai

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Perjuangan para abang becak kayuh maupun becak mesin (bemes) wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dalam mempertahankan pangkalannya, akhirnya menuai hasil. Ini setelah terjadi kesepakatan dengan ojek online (he’eh jek, grap, klikquick) di kantor Dinas Perhubungan Nganjuk, Selasa (5/6) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam musyawarah yang dihadiri perwakilan bemes dan ojek online, Satlantas Polres Nganjuk ini digagas oleh Dinas Perhubungan Nganjuk untuk menindaklanjuti hasil hearing di gedung DPRD Nganjuk beberapa hari yang lalu.

“Kami hanya sebagai mediator, dan mereka sendiri yang bersepakat. Semoga dengan kesepakatan ini sudah tidak ada lagi silang sengketa antrara bemes dan ojek online, dalam mencari nafkah,” kata Nur Solekan Kepala Dinas Perhubungan Nganjuk.

Nur Solekan menjelaskan, di wilayah Kecamatan Nganjuk saja, ada sekitar 30 titik pangkalan abang becak. Dari sini disepakati bahwa pengemudi ojek online dilarang mengambil penupang di pangkalan tersebut. “Boleh mengambil asal dalam radius antara 50 sampi 100 meter,” bebernya.

Kesepakatan ini dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani perwakilan bemes dan ojek online, serta disaksikan oleh Diskominfo, Satpol PP, Asisten Ekbang, Asisten Pemerintahan, PMII dan Satlantas Polres Nganjuk.

Komaudin, perwakilan ojek online mengatakan akan mematuhi segala aturan ataupun yang telah ditetapkan. “Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita akan taat hukum dan peraturan pemerintah. Terkait kesepakatan yang dibuat, kami akan mematuhinya,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Komaudin, pihaknya telah memberlakukan zona merah. Para driver tidak boleh mengambil penumpang di zona yang telah ditetapkan itu. “Tujuan ojek online ini agar transportasi di Nganjuk lancar. Kita tidak mematikan abang becak, bahkan akan merangkulnya untuk sama-sama cari nafkah,” akunya.

Sementara itu, Taroib perwakilan abang becak berharap, dengan adanya keputusan ini, para ojek online tidak melakukan pelanggaran apa yang telah disepakati bersama. “Ya mau gimana lagi, sebenarnya dengan adanya ojek online, rejeki kita berkurang,” ujarnya.

Editor: Muji Hartono