Belum Genap Sebulan Aspal Mengelupas, Ada Apa?

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Banyaknya armada pengangkut material proyek nasional double track (jalur ganda) kereta api dan tol Trans Jawa, yang beberapa waktu terakhir kerap lalu lalang di jalanan Kabupaten Nganjuk berdampak serius. Bahkan, aspal di jalan Kartini Kota Nganjuk yang belum genap satu bulan dilakukan perbaikan (ditambal) sudah kembali mengelupas

Warganet santer memperbincangkan kondisi ini pada Juli 2017 lalu, serta menduga Jalan Kartini kota Nganjuk diaspal dingin. Kehebohan kian menjadi saat jalan yang baru diperbaiki itu aspalnya mengelupas dalam kurun waktu kurang dari sebulan, atau lebih tepatnya dua minggu pasca perbaikan.

Hal itu disampaikan Herman, salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur tersebut. “Hanya dua minggu (pasca perbaikan), setelah itu terkelupas sedikit. Kalau sekarang sudah kembali hancur seperti ini,” ujarnya sembari menunjuk kondisi jalan yang dimaksud, Rabu (23/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koranmemo.com, Jalan Kartini Kota Nganjuk, yang hancur akibat dilalui truk bertonase besar diaspal dingin oleh Pemda setempat. Kondisi itu disampaikan oleh salah seorang pekerja yang meminta namanya tidak disebutkan dalam wawancara sebelumnya.

“Ini aspal dingin, kalau dikasih aspal panas (hotmix-red) kelamaan menunggu. Ini (aspal dingin) bisa langsung dilalui dan padat,” jelas seorang pekerja di Jalan Kartini Kota Nganjuk, Senin (17/8) lalu.

Koranmemo.com juga memperoleh informasi jika aspal dingin adalah campuran bahan perkerasan jalan lentur yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler dan bahan pengikat aspal dengan perbandingan tertentu dan dicampur dalam keadaan dingin.

Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Agus Irianto, saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengaku, jalur yang dilalui kendaraan pemuat material akan diperbaiki pengelola proyek dua mega proyek (Tol Trans Jawa dan dobel track). Sedangkan untuk penganggaran APBD (Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah) melalui PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) untuk jalan rusak, Agus menyampaikan anggarannya ada, namun akan diposkan pada infrastruktur jalan lain yang juga rusak.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Arbayana, saat dihubungi via telepon menyampaikan tingkat kerusakan jalan di Nganjuk sangat parah. Bahkan dia menilai tingkat prosentase kerusakan mencapai 70 persen. Pihaknya menyesalkan adanya julukan “destinasi wisata jeglongan sewu” yang kini disandang daerah berjuluk kota angin.

“Dalam (rapat) pandangan umum sudah kita lakukan pembahasan mengenai masalah ini. Jangan sampai julukan destinasi wisata jeglongan sewu yang terkenal di dunia maya terus disandang. Intinya kami mendorong Bupati Nganjuk memperbaiki infrastruktur jalan yang tingkat kerusakan mencapai 70 persen,” tandasnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.