Belasan Calon Pengadopsi Bayi Dalam Kardus Mengantre

Trenggalek, koranmemo.com – Belasan calon orang tua telah mengantre untuk mengadopsi bayi dalam kardus yang sebelumnya ditemukan di pinggir Jalan Baru, tepatnya di Dusun Payaman Desa/Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Saat ini bayi malang berjenis kelamin laki-laki itu tengah dirawat di Rumah Sakit Dokter Soedomo Kabuuanpaten Trenggalek.

“Kondisi bayi secara keseluruhan dipantau secara intensif, karena ketika lahir ditemukan mungkin sekitar baru enam atau tujuh bulan, prematur. Jadi masih dibantu dengan pernapasan, masih dipantau intensif,” kata Wakil Bupati Trenggalek (Wabup), Mochamad Nur Arifin saat menjenguk kondisi bayi di Rumah Sakit Dokter Soedomo Trenggalek, Selasa (22/1).

Mas Ipin, sapaan akrab Wabup Trenggalek mengatakan, sembari menjalani proses perawatan hingga saat ini setidaknya sudah ada sebanyak 11 calon orang tua yang ingin mengadopsi bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya. Belasan calon pengadopsi bayi itu nantinya akan melewati seleksi khusus setelah bayi itu direhabilitasi di Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) di Kabupaten Sidoarjo.

“Ada sebelas (calon pengadopsi bayi,red) yang nunggu, sudah masuk waiting list, yang menunggu. Semoga bayinya sehat dan orang tuanya yang mengadopsi baik. Jangan sampai stigma kesalahan orang tuanya melekat di anak. Jangan dilekatkan ke anaknya, saya takutnya jadi stigma yang melekat ke anak,” kata Mas Ipin menegaskan.

Nama-nama untuk bayi malang itu, lanjut Mas Ipin juga mulai bermunculan. Sebelumnya, kata Mas Ipin, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S juga mengusulkan nama untuk bayi tersebut. Terlepas hal itu, Mas Ipin menegaskan yang terpenting untuk dilakukan saat ini adalah memenuhi hak-hak bayi, diantaranya dengan melengkapi administrasi kependudukannya dan menjamin keberlangsungan hidupnya.

“Pak Kapolres kemarin nitip nama Didit, terus tadi Haidar, macan dikarenakan ditemukannya di semak-semak. Nggak tahu nanti pak Kapolres (untuk nama,red). Hak-hak bayinya akan kita urus, tadi ngobrol-ngobrol nama bayinya mau dikasih siapa. Karena itu hak anak yang paling penting. Okelah mungkin orang tuanya masih bisa dipertanyakan, jangan sampai nanti anak tumbuh dewasa tidak mempunyai identitas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya warga Desa/Kecamatan Durenan, khususnya yang tinggal di Dusun Payaman mendadak heboh. Pasalnya mereka dikejutkan dengan kabar temuan bayi dalam kardus beserta ari-arinya, Jumat (18/1). Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh Ruli Febrianto warga sekitar yang saat itu hendak menanam cabai di sawahnya.

Saeroni, Direktur Utama Rumah Sakit Dokter Soedomo Trenggalek menyebut, kondisi kesehatan bayi laki-laki itu berangsur angsur  membaik. Untuk saat ini bayi tersebut masih dirawat di tempat khusus atau inkubator, karena kondisi pernapasan bayi malang itu dinilai masih rentan dan membutuhkan perawatan intensif. Bayi itu terlahir secara prematur atau kurang dari 37 minggu.

“Paling utama adalah pernapasan, terutama adalah gangguan pernafasan. Kemudian setelah itu dilepas sudah bisa bernafas spontan dipindah ke ruang perawatan, tapi tetap di monitor. Yang dikurangi adalah ventilatornya alat bantuan pernafasan tinggal 30 persen, yang 70 persen sudah lepas. Jadi nanti akan dikurangi lagi sehingga bisa nafas spontan,” ujarnya saat mendampingi Wabup Trenggalek menjenguk bayi malang tersebut.

Untuk diketahui, bayi terlahir secara prematur atau kurang dari 37 minggu. Prematur ditandai dengan beberapa ciri, diantaranya adalah pernafasan maturitasnya yang kurang matang sehingga rawan terjadi sesak nafas dan livernya yang kurang mature itu ditandai dengan kulit bayi yang sedikit menguning.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date