Belajar Membuat Keramik di Kampung Keramik Dinoyo

Share this :

Malang, koranmemo.com – Berpusat di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kampung Keramik Dinoyo tak hanya merupakan tempat penjualan kerajinan keramik. Namun juga dapat menjadi tempat wisata dan belajar dalam mengenal kerajinan keramik.

“Bahan bakunya kaolin (tanah liat putih), feldspar (batuan), tanah liat dan pasir kuarsa. Semua dicampur dengan komposisi masing-masing. Kemudian diaduk hingga rata, lalu disaring,” ujar Sodiq, pengrajin keramik, Jum’at (25/9).

Pada proses pencetakan, adonan bahan baku yang telah disaring akan dituangkan kedalam cetakan. Kemudian adonan akan mengering pada bagian dinding cetakan. “Dinding cetakan akan menyerap kadar air dari adonan. Sehingga adonan yang menempel pada bagian dinding cetakan akan mengering,” ujarnya.

Setelah beberapa menit, adonan yang tidak mengering akan dikeluarkan dari cetakan dengan cara dituang. Secara otomatis sebagian adonan yang mengering akibat resapan dinding cetakan tersebut akan menempel pada cetakan.

Baca Juga: Tangkap Peluang, Pengrajin Ini Buat Masker Bermotif Batik Sukun

“Kemudian cetakan dibuka secara pelan-pelan. Lalu hasil cetakan dikeringkan dengan dijemur disinar matahari,” tambahnya.

Proses selanjutnya yaitu merapikan hasil cetakan dari sirip bekas cetakan, menghaluskan dan mengelap. Kemudian proses dekorasi dan pewarnaan. “Sentuhan seni sesuai imajinasi dan pewarnaan pada produk digambarkan dengan menggunakan pewarna oksida,” ujarnya.

Baca Juga: Perkenalkan Topeng Malangan Melalui Ekonomi Kreatif Topeng Coklat

Selanjutnya ada proses pelapisan glasir yang menghasilkan kilau pada produk keramik. “Proses glasir dilakukan setelah dekorasi. Dengan beberapa metode yaitu dicelupkan kedalam cairan glasir, atau dikuas dan juga spray,” tuturnya.

Terakhir proses pembakaran didalam tungku selama 10 jam. Proses tersebut menggunakan bahan bakar LPG dengan temperatur suhu 1200 derajat celsius. “Setelah pembakaran, produk keramik didinginkan selama 24 jam hingga benar-benar dingin,” pungkasnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya