Bekuk Komplotan Penipu Mengaku Jendral Polisi

Blitar, koranmemo.comSatreskrim Polres Blitar Kota berhasil membekuk komplotan pelaku penipuan bermodus mengaku polisi berpangkat jendral, Senin (24/12) pagi. Dalam aksinya, komplotan penipu via whatsapp yang dibekuk antara lain Kemal M Tarau (51), warga Jalan H.M Arsyad No.16 A RT 01/02 Ujung baru Kecamatan Soreang Kota Pare Pare Sulsel dan Andi Rio Patarusi (29) warga Jalan Pongsimpin Kelurahan Mungkajang Kota Palopo.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar sIk mengatakan jika komplotan ini melakukan penipuan via online.

“Keduanya ditangkap di wilayah Pare-pare sulawesi Selatan kemarin, tentunya dalam aksinya komplotan ini mengaku sebagai jendral polisi dan meminta uang kepada korban, karena ditipu korban melapor dan tentunya pelaku akan dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” jelasnya, Senin (24/12).

Ungkap kasus penipuan bermodus jendral polisi ini bermula saat korban bernama Mohamad Syamsurizal Sidik (65) warga Jalan Bali 10 RT 03/03 Kelurahan Plosokerep Kecamatan Sananwetan Kota Blitar mendapatkan pesan whatsaps pada pukul 18.08 WIB dari seseorang yang mengaku  Jenderal Polisi  saat berada di Masjid Plosokerep Sananwetan Kota Blitar.

Kemudian pelaku yang diketahui buron berinisial AT berniat meminjam sejumlah uang Rp 3.000.000 karena ada keluarga di Mamuju yang masuk rumah sakit, dan pelaku menjanjikan uang akan diganti besok. Selanjutnya pada Hari Kamis, tanggal 20 Desember 2018 pada pukul 19.17 WIb korban mentransfer uang tersebut kepada pelaku di rekening BRI no. 501701014532538 atas nama KEMAL P. TARAU melalui M-banking BCA. Akhirnya pelapor sadar telah ditipu dan melapor ke Polres Blitar Kota.

 ” Satreskrim Polres Blitar kota melakukan koordinasi dengan Polres Pare-pare Polda sulawesi selatan karena rekening tempat korban mentransfer uang berada di parepare. Dan diketahui identitas pelaku sehingga polres.blitar kota dan polres pare pare mengamankan pemilik rekening dan pelaku lainnya, ” imbuhnya.

Ditambahkan jika dari hasil pemeriksaan ada 1 orang yg berhubungan langsung dengan korban yaitu AT yang kini (DPO) karena berperan menghubungi korban melalui pesan Whatsaps.

 ” Barang bukti yang diamankan uang tunai Rp.3.000.000 (tiga juta rupiah), Kartu ATM BRI 3 lembar, kartu ATM Bank BTN 2 lembar, Hp samsung lipat warna hitam type GT-E1272 disita dari tersangka,” jelasnya.

Reporter arief juli prabowo

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date