Begini Kiprah Pasutri Bandar Ganja dalam Menjalankan Bisnisnya 

Surabaya, koranmemo.com – Ganja sebanyak 12 Kilogram yang terbungkus 24 plastik didalam dua kardus, kini diamankan petugas Bidang Berantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim, Jumat (2/3/2018) sekitar pukul 22:40 Wib, malam.

Barang haram Ganja kering yang disuplay dari Aceh dikirim ke Jawa Timur ini menggunakan pesawat Lion Air 0978 dengan rute Kualanamu – Surabaya. Saat ganja kering hendak disembunyikan, petugas meringkus tiga pelaku di pintu masuk Perumahan Graha Cemandi Resident, Desa Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso didampingi, Kabid Pemberantas AKBP Wisnu Candra membenarkan, kejadiannya tiga pelaku yang satu  diantaranya perempuan.

 “Pertama anggota kami menangkap Machmud Aminullah (38), warga Bungurasih Tengah Rt.04/03, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo yang berperan sebagai penjemput barang. Dan selanjutnya kedua anggota Bidang Berantas BNNP Jatim ini mengamankan dua pasangan suami istri (Pasutri) yakni, Mochammad Wahyudi (36), warga Tambaksawah RT 5/1 Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, yang perannya sebagai pemilik barang dan istrinya Ayuk Selsi Handayani (23), asal Jugosari RT 18/04 Kecamatan Candipuro, Kabupaten Sidoarjo perannya sebagai pemesan via kantor pos untuk mengirim barang ganja kering tersebut,” terangnya kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Candra, Sabtu (3/3/2018).

Dilanjutkan perwira asal Bandung ini, pengungkapan paket ganja kering ini awalnya anggota Bidang Berantas melakukan penyelidikan selama beberapa minggu, serta modus peredarannya itu cukup rapi. Pelaku memesan ganja kering kepada bandar yang ada di Aceh dengan cara online melalui media sosial (medsos). Kemudian setelah uang ditransfernya, barang dikirim via jalur udara dengan dua kali transit.

“Dari Aceh ke Medan dulu, kemudian baru ke Surabaya,” jelas Wisnu Candra saat dikonfirmasi koranmemo.com, Siang.

Disampaikan, pengiriman sebanyak 12 kilogram ganja kering siap edar itu ditempatkan dalam sebuah bungkus kopi Arabica dengan kemasan 1 kilogram guna  mengelabuhi petugas bandara. Dan total keseluruhannya barang yang diamankan sebanyak 24 bungkus kopi arabika berisi ganja yang terbungkus dua kardus rokok besar. Barang ganja tersebut dikirim ke alamat pemesan via Pos Indonesia.

“Kami lakukan terlebih dulu delivery control terhadap penerima barang, lalu kami juga menemukan kurir pos yang diamankan di Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, sedangkan pemilik dan penjemput barang ganja ini kami tangkap di daerah Sawotratap Sidoarjo,” tuturnya.

Wisnu mengatakan, pemilik barang ganja ini, Wahyudi alias Yudi merupakan seorang residivis pengguna narkotika dan sempat dulunya di penjara di Lapas Pamekasan Madura.

“Dari situ lah, Yudi kenal dan tahu jaringan narkotika antar lintas provinsi, begitu keluar dari Lapas, ia langsung menjadi pengedar,” imbuhnya.

Menambahkan, Yudi ini sudah sekitar 1 tahun menjalankan aktivitas penjualan gelap narkotika jenis ganja di wilayah Jawa Timur. yang Jangkauannya meliputi, Surabaya- Sidoarjo – Malang. Dari pemasok, Yudi membeli barang ganja seharga 4 juta per satu kilogram ganja. Lalu ia melayani pembelian dengan partai besar yang dijualnya seharga Rp 6 juta per kilogram. “Bahkan pelaku mengambil keuntungan sebesar Rp 2 juta setiap satu kilogram ganja yang dikulaknya,” pungkasnya.

Reporter: M. Fauzi

Editor: Achmad Saichu