Begini Cara TNI Menghibur Warga Lokasi TMMD

Nganjuk, koranmemo.com – Ada-ada saja perjuangan para personel dalam mengisi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 tahun 2018, yang dipusatkan di Desa Lengkong Lor Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk.

Bukan hanya pembangunan fisik saja yang diperhatikan, melainkan pembangunan non fisik juga diprioritaskan walaupun dana yang digunakan dari hasil patungan.

Seperti diketahui, selama ini para alat pertahanan negara tersebut telah memberikan bantuan fisik, di antaranya berupa pembangunan jalan baru, perbaikan rumah tidak layak huni menjadi layak huni,  dan juga perbaikan musala hingga gedung sekolah.

Selain itu, dengan kemampuan ala kadarnya sesama prajurit rela melakukan patungan guna memberi bantuan, mulai dari pemberian santunan kaum dhuafa, pemutaran film layar tancap dan pengobatan gratis bagi warga setempat.

Komandan Kodim (Dandim) 0810/Nganjuk, Letkol Arh. Sri Rusyono menyampaikan, program TMMD sengaja membantu desa tertinggal tidak hanya dalam pembangunan fisik saja, melainkan non-fisik juga menjadi perhatian. Dandim menyebut langkah ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga secara psikis.

“Seperti dilakukan oleh sejumlah Satgas TMMD, mereka mengumpulkan uang pribadinya beberapa hari terakhir, mereka mendatangi warga dengan meberi santunan bagi kaum dhuafa. Hal ini bertujuan agar dapat meringankan beban kehidupan masyarakat kurang mampu akan kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu, program TMMD juga menggelar pertunjukkan film layar tancap kepada warga Desa Lengkong Lor.
Dengan menggandeng Dinas Kominfo pemkab Nganjuk, Kodim 0810/Nganjuk menyajikan hiburan berupa pemutaran film di lapangan desa setempat.

Kegiatan ini bertujuan memberikan rasa senang, karena selama ini pertunjukkan film jarang dinikmati oleh warga pinggiran.

Terlebih, rasa kebersamaan terjalin saat warga berbondong-bondong memenuhi lapangan sekedar menyaksikan tayangan film layar lebar. Apalagi, tema judul film yang kepahlawanan, yakni ‘Si Pitung’ dan ‘Sepatu Dahlan’.

Kedua judul film tersebut menyiratkan penanaman jiwa kepahlawanan pada generasi penerus bangsa untuk diteladani.

“Mereka hanya melihat film pada siaran pesawat televisi, bagi yang memiliki. Namun untuk warga lain, yang tidak memiliki televisi, hiburan film adalah sesuatu yang baru untuk ditonton,” pungkasnya.

Tarsini, salah seorang warga setempat mengaku sangat senang dan terhibur dengan keberadaan prajurit TNI selama beberapa hari terakhir di daerahnya. Dia mengaku tidak menyangka jika ternyata TNI yang dikenal tegas serta galak bisa begitu ramah kepada warga.

“Sangat terhibur sekali. Ternyata bapak TNI begitu ramah, tidak seperti kata orang-orang yang mengatakan kalau TNI itu galak. Buktinya mereka bisa membaur dengan warga tanpa ada perbedaan status sosial sedikitpun,” kata perempuan berusia 28 tahun tersebut.

Reporter : Andik Sukaca

Editor      : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date