Begini Cara Sindikat Memproduksi Upal

Kediri, Koranmemo.com-Setelah berhasil menangkap sindikat pembuatan dan peredaran uang palsu (upal), Satreskrim Polres Kediri berhasil mengungkap bagaimana para pelaku membuat upal tersebut. Berbekal kemampuan bekerja di percetakan, Vexi Soeratman (61) warga Kabupaten Klaten mulai membuat upal.

Cara yang dilakukannya pun begitu sederhana, pertama pelaku menyiapkan kertas Aster yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan upal. Vexi kemudian menyablon kertas aster tersebut dengan beberapa hologram seperti loga Bank Indonesia, gambar pahlawan dan gambar blok kotak.

“Proses awalnya menyablon kertas ini menggunakan alat sablon. Gambar pada sablon tersebut adalah logo Bank Indonesia, gambar pahlawan sehingga terlihat seperti hologram,” tutur Vexi saat press rilis, Rabu (21/3).

Setelah memberi memberi hologram dengan cara menyablon, pelaku kemudian mencetak uang palsu yang ukuran dan nomer seri sudah disetting di laptop milik pelaku. Proses pencetakan uang palsu itupun menggunakan mesin prin dan mesin foto kopi.

Satu lembar kertas aster tersebut dibuat untuk mencetak enam lembar uang pecahan Rp 100.000. Untuk menghindari warna mencolok, pelaku menaburkan tepung terigu setelah proses percetakan. Pelaku kemudian mendistribusikan uang palsu tersebut kepadah Sumadi dan Sunarto.

Dalam sekali produksi uang palsu, Vexi yang dibantu oleh temannya Muhamad Sulhan (40) warga Kabupaten Magelang membutuhkan waktu satu minggu. Jumlah uang yang dihasilkan pun cukup fantastis yaitu sebesar Rp 10 juta untuk sekali produksi.

“Saya hanya ingin mendapat keuntungan saja. Pembuatan uang palsu ini berbekal atas kemampuan saya bekerja di percetakan,” ungkap Vexi.

Sementara itu Kepala Tim Sistem Pembayaran Bank indonesia Kediri Beny Wicaksono menyatakan uang palsu yang dicetak oleh komplotan ini mempunyai kwalitas buruk. Selain menggunakan kertas biasa, para pelaku hanya menggunakan empat jenis nomor seri pada uang palsu. Dengan demikian masyarakat mudah untuk mengenali uang palsu tersebut.

“ Selain itu warna pada uang palsu ini juga lebih mudah luntur jika dibandingkan dengan uang asli,” ungkap Beny Wicaksono.

Reporter: Nuramid Hasyim

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date