Begini Cara Emil Mengubah Jatim Jika Dipercaya Rakyat

Trenggalek,koranmemo.com – Melihat potensi Jawa Timur (Jatim) yang merupakan provinsi ke dua setelah DKI Jakarta dilirik oleh investor, menjadikan Emil Elestianto Dardak , bakal calon Wakil Gubernur Jatim yakin bisa mengubahnya jika dipercaya masyarakat.

Emil Elestianto Dardak, yang juga Wakil Ketua Umum Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia)  menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi terbesar yang memiliki potensi sangat besar.

“Luas Jawa Timur itu kalau dibandingkan bisa sebesar negara, yaitu sebagai contoh Belanda. Pada 2016  saja Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim mencapai US$139,21 miliar atau Rp 1.855,04 triliun dan rata-rata pendapatan US$ 3.600, ditopang oleh tiga sektor utama yaitu sektor industri (28,92 %), sektor perdagangan (18 %) dan 13,3 % dari onfarm agro. Sementara Belanda mencapai sekitar 750 milyar USD atau hampir kira-kira Rp 10.000 triliun,” terangnya di sela-sela kegiatan ‘Silaturahim dan Ikrar Dukungan’ Khofifah – Emil (KopiMil), Sabtu (2/12) di Trenggalek.

Bupati yang menyandang gelar doktor ekonomi pembangunan termuda dari Universitas Ritsumeikan Asia Pasifik, Jepang, ini mengatakan dengan penduduk hampir mencapai 40 juta, maka mengelola Jawa Timur ini bukan perkara sederhana, tapi di sisi lain dengan membandingkan PDRB maka ada harapan besar dan ruang untuk Jawa Timur tumbuh lebih lagi kedepannya.

“Masyarakat Jatim sangat terbuka (open minded). Suasana sosial politik pluralisme di Jatim sangat baik, bahkan tiga tahun provinsi Jatim mendapat penghargaan provinsi yang paling aman dan nyaman di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Lebih lanjut Emil Dardak menuturkan , perbedaan PDRB Jatim dan Belanda yang mencapai sekitar 7 kali lipat,  tentu memberi ruang untuk mendayagunakan semua potensi yang dimiliki Jawa Timur.

“Jawa  Timur punya sumber energi, pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, industri, pelabuhan dan lebih dari itu memiliki SDM yang sangat bagus. Potensi ini yang harus dimaksimalkan,” katanya.

Dalam konteks pemaksimalan potensi ini, penyandang  gelar magister dari Universitas Oxford, Inggris ini,  merujuk kepada konsistensi Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua PP Muslimat NU sering memberikan pidato mengenai STEM yaitu Science, Technology, Engineering dan Mathematics.

“ STEM ini perlu dikuasai para generasi kita termasuk para santri agar tidak sebatas menjadi penonton di negeri sendiri, di saat Allah Swt memberikan begitu banyak kekayaan alam,” pungkasnya.

Reporter : Rudi Yuniriyanto

Editor      : Hamzah Abdillah

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.